Sejumlah Pasien RSUD Keluhkan Kwitansi Pembayaran Biaya Rawat Inap Tanpa Perincian -->

code ads

Sejumlah Pasien RSUD Keluhkan Kwitansi Pembayaran Biaya Rawat Inap Tanpa Perincian

Sunday, January 13, 2019
Kwintansi perawatan RSUD Kota Salatiga, yang menjadi keluhan pasien karena hanya biaya total tanpa rincian, Minggu (13/01/2019). (Foto: Dok. istimewa/ASB)

Salatiga, beritaglobal.net - Munculnya bukti pembayaran dalam bentuk kwitansi pada layanan rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga dengan tanpa rincian jelas, memunculkan keluhan keluarga pasien.

Adanya kwitansi pelunasan biaya rawat inap tanpa rincian detail tersebut dikeluhkan oleh sejumlah pasien dan keluarganya seperti ED, ST serta LT.

"Kami bingung mas, dengan adanya kwitansi yang tanpa detail apa yang kami bayar, ini hanya dituliskan total nominal yang harus kami bayar," ungkap ED kepada beritaglobal.net.

Terkait dengan keluhan sejumlah pasien dan keluarganya tersebut, Direktur RSUD Kota Salatiga, dr. Eko Pamuji saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/01/2019), menjelaskan bahwa pihaknya akan mengkonfirmasi ke bagian keuangan RSUD.

"Besok kami konfirmasi sama bagian keuangan. Sepintas sudah pernah saya tanyakan, hubungan dengan resume yang belum lengkap sehingga kadang -  kadang masih ada yang belum bisa memunculkan coding diagnosa paket BPJS nya. Baru setelah resume lengkap, kemudian dihitung pastinya, setelah itu baru ada kwitansi resmi," ungkap Pamuji.

Pamuji mengucapkan rasa terima kasihnya atas masukan untuk perbaikan layanan RSUD dan menambahkan konsekuensi dari pembayaran pasien.

"Terima kasih masukannya dan bila ada kurang lebih uangnya di tambah atau dikurangi, sambil meminimalkan potensi pasien tertagih tidak bayar," tandas Pamuji.

Sementara itu dewan pengawas RSUD Kota Salatiga Drs. Sri Mulyono mengharapkan untuk transparansi biaya perawatan dan pengobatan, diberikan ke pasien atau keluarganya.

"Saya berharap hendaknya rumah sakit transparan terhadap biaya perawatan atau pengobatan, bilamana pasien ingin pindah - pindah kelas atau sejenisnya hendaknya diberitahukan sejak awal. Belakangan ini saya sering mendapat pengaduan seperti ini," ungkap Drs. Sri Mulyono singkat. (Agus S)