Sodaqoh sebagai Wujud Setia Kawan -->

code ads

Sodaqoh sebagai Wujud Setia Kawan

Friday, January 11, 2019
Gapura masjid Damarjati, didirikan tahun 1828 M, selalu menyediakan jaburan bagi jamaah sholat Jumat, (11/01/2019). (Foto: Dok. Istimewa/KHM)

Salatiga, beritaglobal.net - Walikota Salatiga, H. Yuliyanto menilai kerukunan warga dan umat beragama di Salatiga sangat membanggakan. Hal kecil yang menggambarkan tingginya nilai toleransi dan kebersamaan antar warga Salatiga ini dilihatnya langsung di masjid Damarjati, Dukuh Krajan, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo setiap usai sholat jumat.

Sebagai salah seorang jamaah sholat jumat di masjid tertua di Salatiga, ia melihat sendiri para ibu menyiapkan makanan yang dalam istilah jawa disebut jaburan bagi para jamaah seusai sholat jumat. Jaburan ini berasal dari warga sekitar masjid secara berkelompok dan perorangan yang dikelola oleh ibu - ibu jamaah pengajian untuk disajikan bagi para jamaah sholat jumat di masjid yang didirikan pada tahun 1828 tersebut.

Yuliyanto menuturkan bahwasanya sedekah di Hari Jumat memiliki keutamaan yg lebih tinggi dibanding hari lainya karena akan mendapatkan pahala yg berlipat.

Anak - anak kecil dengan suka cita menikmati lontong sayur selepas menjalankan ibadah sholat Jumat, (11/01/2019)

"Kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh warga, khususnya umat islam untuk berlomba menyisihkan rezekinya. Kalau dilihat dari sisi sosial akan mencerminkan rasa kesetiakawanan dan kegotong royongan warga untuk memberikan pelayanan yang bisa langsung dirasakan dan dinikmati oleh warga. Dari warga oleh warga untuk warga," tandasnya.

Untuk diketahui, jaburan ini sudah sejak lama digiatkan oleh ibu - ibu jamaah pengajian di masjid tersebut. Seperti halnya pemandangan yang terlihat pada Jumat (11/01/2019) siang, beberapa wanita paruh baya menyiapkan mangkuk - mangkuk berisi lontong sayur saat para jamaah jumat tengah khusuk mendengarkan khotbah. Usai sholat jumat, mangkuk - mangkuk opor sayur itu telah tertata rapi di atas meja dekat pintu gerbang masjid.

Satu per satu, para jamaah, tak terkecuali anak - anak mengambil hidangan tersebut dan menyantapnya bersama - sama. Keakraban pun tergambar pada wajah para jamaah.

Salah seorang jamaah, Nur Harsono, warga RT 10 Kalisombo, mengaku sangat senang bisa menikmati makan siang bersama usai menjalankan ibadah sholat jumat. "Bukan soal apa yang disuguhkan sebagai jaburan, tapi bisa makan bersama dengan jamah - jamaah lain ini terasa sangat nikmat," ungkap kakek berusia 90 tahun tersebut. Terlebih, kesempatan makan bersama dengan keluarga besarnya sudah sangat jarang dilakukan karena dua anak putrinya tinggal bersama suaminya masing - masing.

Menurut takmir masjid Damarjati, Amin Pramono (50), kebiasaan menyediakan makanan jaburan ini sebagai bentuk sedekah (sodaqoh) para jamaah masjid Damarjati dan warga sekitar. Setiap hari jumat, secara kelompok para jamaah masjid menyiapkan menu jaburan, ditambah sodaqoh dari warga secara pribadi yang tidak ditentukan nilainya.

"Ini merupakan inisiatif jamaah masjid untuk menggalakkan sodaqoh kepada para jamaah jumat, sekalian mengajarkan kepada anak - anak untuk lebih rajin beribadah," tutur Amin. (Khamim)