Kampung Kumuh "Disulap" Jadi "Ampuh" Berawal Dari Niat Warga Untuk Berubah -->

code ads

Kampung Kumuh "Disulap" Jadi "Ampuh" Berawal Dari Niat Warga Untuk Berubah

Saturday, February 9, 2019
Walikota Salatiga saat berjalan menyusuri Kampung Pancuran, sebelum menandatangani prasasti peresmian hasil pembangunan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), di RW 04 Kampung Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Sabtu (09/02/2019). (Foto: Dok. ist./KHM)

Salatiga, beritaglobal.net – Partisipasi aktif warga menjadikan Kampung Pancuran, Kota Salatiga semakin menawan. Partisipasi kecil dengan dampak hasil luar biasa, hanya sedikit tindakan, jaga kebersihan dari lingkup keluarga.

“Ini adalah komitmen dari pemerintah untuk menata lingkungan di Kota Salatiga. Sebelum disulap menjadi kawasan yang bersih dulu kampung Pancuran di wilayah RW 4 adalah wilayah kumuh. Tapi, Alhamdulillah bersama warga dan bapak Budi selaku RW dapat menggerakkan warganya, untuk menata lingkungan menjadi lebih baik dan timbul kesadaran yang baik pula dari masyarakat,“ jelas Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., usai meresmikan hasil pembangunan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kampung Pancuran RW 4, Kelurahan Kutowinangun Lor, Sabtu (09/02/2019). Menurut Yuliyanto, masyarakat disini telah berhasil membangun sumber daya manusianya dengan baik dan sangat tampak pada perubahan lingkungan yang bisa dilihat sekarang.

Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., menandatangani prasasti peresmian pembangunan program KOTAKU di Kampung Pancuran.

“Secara signifikan perilaku masyarakat telah berubah. Tidak hanya itu, mereka juga bersama - sama nyengkuyung program pemerintah,” imbuhnya.

Torehan karya seni dalam bentuk lukisan di setiap dinding (mural) rumah, badan jalan, jembatan dan bidang lain yang tampak di seputar kampung, menjadikan semarak suasana. Hal ini menjadikan Wajah Kampung Pancuran sekarang menjadi wilayah yang sehat, bersih, rapi dan indah.

“Coba lihat disekitar sini, pemandangannya sangat bagus. Ini adalah karya warga dan tokoh masyarakat di sini,” imbuh Walikota Salatiga sebelum menandatangani prasasti.

Program zero kumuh menjadi acuan dalam pembenahan ini, yakni program pemerintah yang bertujuan untuk menekan sebuah wilayah atau kawasan yang tadinya kumuh menjadi baik dan bersih. Di salatiga sendiri ada beberapa wilayah yang mendekati zero kumuh, namun masih ada hal yang harus ditangani bersama dengan masyarakat.

“Harapannya agar warga masyarakat bisa berpartisipasi dengan baik, mempunyai rasa handarbeni, merawat dan menjaga pembangunan dengan terus memperhatikan lingkungannya,” harap Yuliyanto.

Yuliyanto juga menyampaikan apresiasinya kepada dinas Perkim Kota Salatiga, warga masyarakat dan KOTAKU yang telah menata wilayah ini menjadi kampung bersih. Pembenahan kota akan terus dilakukan dan menjadi bagian penting untuk menata lingkungan. Karena tidak dipungkiri, pembenahan kota menurutnya belum sempurna baik di sisi lingkungan, drainase, jalan, jembatan.

“Kita menata wilayah Pancuran, Kalitaman, Kalicacing, Ngentak yang mana wilayah tersebut adalah banyak penduduknya dan masih belum sempurna. Saya berharap warga bisa terus berpartisipasi secara penuh, menata diri, untuk lingkungan yang bersih dan terus bersinergi agar dapat memberikan maafaat kepada Kota Salatiga nantinya,” pungkasnya.

Sebagai informasi bahwa bantuan dana investasi kota tanpa kumuh (BDI KOTAKU) yang telah dilaksanakan pada tahun 2018 diperuntukkan untuk masing - masing kelurahan seperti kelurahan Kutowinangun Lor yakni di RT 02, RT 03 di wilayah RW 04, kemudian kelurahan Kutowinangun Kidul di lokasi RT 05 dan RT 06 di wilayah RW 02 dan kelurahan Salatiga di lingkungan RT 03 dan RT 08 di wilayah RW 07 dan kelurahan Kalicacing, masing-masing akan mendapatkan Rp 150 juta, di tiap wilayah tersebut. (Khamim)