Kapolres Kota Magelang Beberkan Aksi Empat Sekawan Spesialis Gendam -->

code ads

Kapolres Kota Magelang Beberkan Aksi Empat Sekawan Spesialis Gendam

Wednesday, February 13, 2019
Konferensi pers Kapolres Kota Magelang AKBP Idham Mahdi atas pengungkapan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus gendam, di ruang BKO Polresta Magelang, Kamis (14/02/2019). (Foto: dok. ist/ADP)

Magelang, beritaglobal.net - Waspadalah saat melakukan transaksi keuangan dalam jumlah besar di bank seorang diri. Nasib nahas di alami oleh Ratna Wilis (64), warga Kampung Samban Utara No 434 - B Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, pada Kamis (03/01/2019), lalu. Membuat dirinya terperdaya lebih dari Rp 80 juta rupiah, atas aksi 4 sekawan yang akhirnya berhasil diringkus Satreskrim Polres Kota Magelang.

Dalam konferensi persnya Kapolres Kota Magelang AKBP Idham Mahdi, pada hari Kamis (14/02/2019), mapolres Kota Magelang, menyampaikan kronologi kejadian tipu daya komplotan spesialis gendam nasabah bank dengan 4 orang pelaku diantaranya Amir Hamzah alias Baba Liong alias Rusli (58) warga Jalan Tanah Tinggi Sawah RT 18 RW 07, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Tetra Kusuma Sarjana alias Rehan (58), beralamat di Kampung Babakan RT 02 RW 03, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Siti Asiyah alias Dewi Ratnasari (52), warga Jalan Tanah Tinggi XII No 20 RT 18 RW 07, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta pusat, Zainal Abidin alias Zaenal (42), warga Gang Sentiong Dalam I RT 12 RW 05, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta pusat.

"Kejadian bermula pada hari Kamis (03/02/2019) sekira pukul 09.45 WIB di depan BRI Cabang Magelang Jalan Iklas Kota Magelang. Saudari Ratna Wilis pulang dari BRI Cabang Magelang dengan jalan kaki, saat berjalan korban berpapasan dengan salah satu pelaku yang mengaku bernama Rehan, pura - pura bertanya alamat sebuah yayasan. Rehan mengaku berasal dari Singapura, akan tetapi korban tidak tahu, kemudian datang pelaku lain yang mengaku bernama Dewi," ungkap AKBP Idham Mahdi kepada wartawan.

Melanjutkan keterangannya, Idham Mahdi menyampaikan, "Setelah itu pelaku Rehan bertanya kepada pelaku saudari Dewi tentang tempat penukaran uang sambil menunjukkan uang dolar Bellarus (sudah tidak berlaku). Kemudian Rehan meminta bantuan kepada Dewi serta korban, apabila korban mau mengantar akan diberi imbalan berupa uang dolar. Awalnya korban menolak, namun Dewi membujuk, agar korban yakin bahwa mengantar seseorang yang tidak tahu bagian dari ibadah. Kemudian korban mau mengantar. Saat jalan kaki kurang lebih 5 langkah kemudian datang pelaku lain dengan menggunakan mobil yang mengaku bernama Rusli dan sopir bernama Zaenal," imbuh Idham Mahdi.

Rusli berperan untuk pura - pura menegur pelaku Dewi, kemudian Dewi mendekat dan meminta tolong kepada Rusli untuk mengantar Rehan.

"Kemudian Rusli pura - pura mengantar Rehan dan juga Dewi dan korban ikut serta. Dalam perjalanan pelaku Rusli melihat uang dolar bellarus dengan nominal 1.000 dolar dan mengatakan bahwa apabila ditukar dengan rupiah maka nilai 1 dolar menjadi Rp 10.300,- sampai dengan Rp 10.400,-. Sesampai di BCA Cabang Magelang, pelaku Rehan pura - pura turun untuk menukarkan uang di BCA. Pelaku Rehan tidak masuk ke BCA akan tetapi hanya pura - pura saja untuk meyakinkan korban. Setelah kembali pelaku Rehan, mengatakan bahwa apabila korban mau menukarkan uang rupiah yang dimiliki korban maka akan ditukar dua kali lipat, korban sempat menolak akan tetapi korban terbujuk dengan kata - kata bahwa uang korban tetap kembali dan sisanya uang tersebut bisa digunakan untuk sodaqoh dibagikan kepada anak yatim dan panti asuhan yang ada di kota Magelang yang menambah pahala bagi korban," ungkap AKBP Idham Mahdi lebih lanjut.

Persetujuan korban untuk menukar uang dollar yang sudah tidak berlaku dari Rehan, menjadi awal musibah dana rekening korban sejumlah lebih dari Rp 80 juta, habis dikuras para pelaku.

"Kemudian korban setuju dan minta diantar ke BRI Cabang Magelang untuk mengambil uang milik korban yang ada di rekening BRI Cabang magelang sejumlah Rp 80 juta. Setelah sampai di BRI saat korban akan turun pelaku REHAN pura - pura untuk meminjam HP korban yang akan digunakan untuk menelpon permaisuri (istri) pelaku REHAN. Setelah diambil uang tersebut diserahkan pelaku Rusli dan Rehan menyerahkan uang dolar sebanyak 16 lembar dolar bellarus dengan nominal 1.000 dolar bellarus (sudah tidak berlaku). Setelah itu korban disuruh Rehan untuk membeli buah di Giant. Sesampai di Giant korban sempat dimintai uang oleh Rehan sejumlah Rp 1,7 juta. Korban diberi uang sebesar Rp 400 ribu oleh Rehan untuk membeli buah, korban ditemani Dewi untuk membeli buah," jelasnya.

Saat korban memilih buah pelaku Dewi pamit untuk ke toilet tetapi pelaku DEWI tidak ke toilet tapi kembali ke mobil dan keempat pelaku meninggalkan korban di Giant.

"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 81,3 juta, serta 1 buah HP merk Vivo type S91 warna merah seharga Rp 2 juta," ungkap AKBP Idham Mahdi.

Kapolres Kota Magelang AKBP Idham Mahdi bersama Kasat Reskrim AKP Rinto Sutopo, dan Kasubbag Humas AKP Nur Saja'ah, menunjukkan barang bukti kejahatan.
Keempat pelaku spesialis gendam, berhasil ditangkap beserta barang bukti berupa 1 buah Dusbook Handphone Merk VIVO seri 1817 warna merah, 1 buah Handphone Samsung lipat warna hitam seri GT-E1272 , uang tunai dari 4 pelaku dengan total nilai Rp 52,7 juta, 82 lembar uang dollar Bellarusia dengan pecahan 1.000 dollar yang sudah tidak berlaku, 1 buah kaos berkerah warna putih merk “BURBERRYS”, 1 buah Handphone Samsung 2 kartu warna hitam, 103 lembar uang mainan pecahan Rp 100 ribu, 166 lembar uang mainan pecahan Rp 50 ribu, 1 buah kemeja panjang warna unggu merk ARROW, 1 buah celana panjang katun warna abu - abu merk VALINO, 1 pasang sepatu warna hitam merk CICKERS, 1 buah kacamata warna hitam, 1 buah kacamata frame warna hitam merk Elizabeth Arden, 1 buah tas jinjing warna merah, 1 buah Handphone Nokia warna hitam.

"Atas perbuatan 4 pelaku, kita kenakan pasal Tindak Pidana Penipuan sebagaimana dimaksud bunyi pasal 378 KUHP dan atau Tindak Pidana Penggelapan sebagaimana dimaksud bunyi pasal 372 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun," kata Kapolres Kota Magelang kepada wartawan.

Ditegaskan oleh Kasubbag Humas Polres Kota Magelang AKP Nur Saja’ah, S.H., bahwa saat ini keempat tersangka telah ditahan dan sedang dilakukan penyidikan lebih lanjut dan meminta keterangan dari para saksi.

"Keempat tersangka telah kita tahan untuk penyidikan lebih lanjut, dengan pemeriksaan saksi - saksi, untuk kelengkapan berkas kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU)," tandas AKP Nur Saja'ah. (Eko Triyono)