Kembalikan Hijaunya Curug Lawe, PP Temanggung Tanam 700 Batang Pohon -->

code ads

Kembalikan Hijaunya Curug Lawe, PP Temanggung Tanam 700 Batang Pohon

Sunday, February 24, 2019
Ketua Sapma PP Kabupaten Temanggung Anam Narijan, menyerahkan secara simbolis bibit pohon kepada Camat Gemawang Eko Suprapto, dalam acara penerimaan Sapma dan LKP PP Kabupaten Trmanggung di Curug Lawe, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Minggu (24/04/2019). (Foto: dok. RTM/WHN)

Temanggung, beritaglobal.net - Kesadaran masyarakat akan pentingnya pohon sebagai penangkal bencana tanah longsor, banjir serta erosi lahan. Selain sebagai sarana peneduh, tangkapan air hujan, menjadikan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila Kabupaten Temanggung, tanam 700 batang pohon di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Minggu (24/02/2019).

Kegiatan penanaman pohon oleh PP Kabupaten Temanggung, adalah bagian dari acara penerimaan anggota baru Sapma dan LKP (Latihan Kader Pratama) di tempat wisata Curug Lawe, sebagai sarana untuk mengenalkan kembali destinasi wisata alam yang potensial, dan melestarikan hutan Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Kepada beritaglobal.net, Camat Gemawang Eko Suprapto, mengutarakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya acara ini, sebagai ajang untuk mengenalkan kembali keberadaan Curug Lawe ke masyarakat luas, serta menjadi tempat wisata yang akan dicari oleh wisatawan.

"Banyak potensi yang tersimpan di desa ini selain tempat wisata alam berupa air terjun yang indah, ada juga petani penghasil kopi yang saat ini mendunia, selain Desa Muncar merupakan desa penghasil gula aren," ungkap Eko Suprapto.

Selain Camat Gemawang Eko Suprapto, acara tanam pohon PP Kabupaten Temanggung juga dihadiri oleh LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan),  Polisi Hutan RPH Jumo, dan Kepala Desa Muncar Sis Bambang.

Ketua Sapma PP Kabupaten Temanggung Anam Narijan menyerahkan 700 batang bibit pohon secara simbolik kepada Camat Gedawang yang didampingi jajaran Forkompincam Gemawang.

Diharapkan Anam, dimasa mendatang  acara ini akan selalu digelar setiap bulannya dengan menyajikan kesenian asli Desa Muncar, yaitu kesenian kuda lumping secara bergiliran tiap - tiap dusun untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Curug Lawe hingga akan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat. Telah dibangun pula akses - akses untuk kenyamanan pengunjung.

Sis Bambang menyampaikan bahwa, "Setiap hari, terlebih pada hari libur, banyak wisatawan berkunjung ke Curug Lawe yang sekalipun saat kemarau tidak pernah kering, hanya saja debit airnya agak menurun. Kawasan wisata Curug Lawe akan dikelola lebih serius oleh pemerintah desa dengan memberdayakan masyarakat setempat," ungkap Sis Bambang. (Ratmaningsih)