Ketua Paguyuban SPBU Salatiga dan Kabupaten Semarang, Murwanto: "Jangan Jadikan Recehan, Anda Diremehkan" -->

code ads

Ketua Paguyuban SPBU Salatiga dan Kabupaten Semarang, Murwanto: "Jangan Jadikan Recehan, Anda Diremehkan"

Thursday, February 7, 2019
Murwanto Yusup, S.H., Ketua Paguyuban SPBU Salatiga dan Kabupaten Semarang saat dikonfirmasi diruang kerjanya di SPBU Tingkir, Kota Salatiga, terkait pembulatan uang kembalian pengisian BBM di SPBU, Jumat (08/02/2019). (Foto: dokumen pribadi/MRY)

Salatiga, beritaglobal.net - Adanya keluhan masyarakat di wilayah Temanggung terkait adanya pembulatan harga pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), di hampir seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Temanggung baru - baru ini, yang diduga adalah bentuk kecurangan oknum pegawai SPBU, menjadi perhatian masyarakat luas hingga ke Kota Salatiga.

Dilansir dari Harian7.com bahwa hal itu biasanya dialami konsumen jika membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan sistem full tank alias mengisi penuh tangki. Nah, uang receh --nominalnya mulai dari Rp 100 hingga Rp 900— yang menjadi kembalian tersebut sering tidak diberikan kepada konsumen.

Abdulah warga Kaloran adalah salah satu yang pernah mengalami pengalaman tersebut. Dikatakannya, petugas operator SPBU seringkali tidak memberikan uang kembalian yang sesuai dengan seharusnya.

"Saya sering (mengalaminya) jika mengisi BBM full tank dengan nominal nggak genap mas. Ketika uang dikembalikan, pasti kurang dan tidak sesuai yang seharusnya," ungkapnya.

SPBU di Kabupaten Temanggung yang diduga oknum karyawannya sering melakukan pembulatan uang receh kembalian pembelian BBM dengan transaksi full tank. (Foto: Dok. beritaglobal.net/RTM/EKT)

"Saat saya beli BBM full itu kadang sampai Rp 25.200 Saya kasih uang Rp 50 ribu. Tapi, ketika dikembalikan, saya cuma terima uang pas Rp 24 ribu. Kan seharusnya Rp 24.800, walaupun uang receh, coba kalau dikalikan, pasti jadi banyak. Sedangkan pengunjung SPBU kan tiap hari banyak," beber Abdulah.

Abdulah mengaku mengalami kejadian itu di hampir seluruh SPBU yang disinggahinya. "SPBU rata - rata sama nakalnya, meski tidak semua mas, sering membulatkan kembalian yang seharusnya milik konsumen. Awalnya saya sih juga saya tidak menghiraukan. Tapi, lama - lama jengkel juga," ungkapnya.

Hal senada juga di ungkapkan Yatiman, menurutnya itu sudah hal biasa. "Sudah biasa mas, setiap beli BBM jika sisanya ada nominalnya receh pasti tidak di kembalikan," terangnya.

Sementara itu, menyikapi pemberitaan terkait keluhan masyarakat, Ketua Paguyuban SPBU Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang Murwanto Yusup, S.H., terdorong untuk angkat bicara. Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Jumat (08/02/2019), terkait kondisi layanan SPBU di Salatiga dan Kabupaten Semarang, Murwanto menyampaikan, "Kalau di Salatiga dan Kabupaten Semarang, insha Allah baik, karena di dalam keanggotaan paguyuban, antar anggota ada kesepakatan untuk saling mengingatkan," ungkap Murwanto.

Dirinya menjelaskan terkait slogan Pasti Pas dan layanan prima oleh Pertamina, harus selalu dikedepankan oleh seluruh pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Slogan Pasti Pas dan layanan prima dari Pertamina, menjadi acuan kami dalam menjalankan operasional SPBU," imbuhnya.

"Bila ada ketidaksesuaian atas layanan SPBU, masyarakat bisa mengirimkan aduan ke Kotak Layanan Aduan yang harus ada di setiap SPBU, sebagai prasyarat ijin operasional, seperti yang terjadi wilayah Temanggung, kami himbau kepada seluruh anggota paguyuban SPBU di Salatiga dan Kabupaten Semarang, selalu beri layanan terbaik kepada konsumen dalam hal ini masyarakat umum," terang Murwanto diruang kerjanya.

Masyarakat untuk jangan ragu dan takut dalam memberikan aduan bila ada layanan SPBU yang dirasa merugikan.

"Kotak layanan aduan sudah ada, masyarakat jangan ragu untuk mengadu dan setiap aduan pasti kami tindak lanjuti. Seperti yang terjadi di sebuah SPBU di Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu, sempat viral pemukulan kepada seorang petugas pompa oleh konsumen, karena kehabisan stok premium, bila memungkinkan semua permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan langsung disampaikan kepada managemen SPBU terkait," terang Murwanto secara terperinci.

Dirinya, menyayangkan bila ada oknum petugas pompa yang sering membulatkan uang kembalian milik konsumen diwilayah Salatiga dan Kabupaten Semarang.

"Jangan jadikan recehan, Anda diremehkan," tegas Murwanto memberi himbauan kepada Pengelola SPBU dan stafnya.

Artikel terkait keluhan masyarakat pada pembulatan uang kembalian, saat pembelian BBM di SPBU pernah terbit di Harian7.com dengan judul Diduga Oknum Petugas SPBU Kerap Bulatkan Uang Kembalian, Pengakuan Pegawai 'Sisa Dari Penjualan BBM, Kita Bagi Rata'. (Agus S/Red)