Komplong Ditemukan Warga Meninggal di Bekas Poskamling -->

code ads


Komplong Ditemukan Warga Meninggal di Bekas Poskamling

Wednesday, February 13, 2019
Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Harjosari saat memeriksa jenasah Komplong, warga Lingkungan Glodokan RT 02 RW 03, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, yang ditemukan meninggal dunia di bangunan bekas poskamling setempat, Kamis (14/02/2019) pagi. (Foto: Dok. Humas Polres Semarang) 

Ungaran, beritaglobal.net - Warga lingkungan Glodokan RT 002 RW 003 Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pada Kamis (14/02/2019) pagi tadi, dikejutkan oleh penemuan mayat di dalam bangunan bekas poskamling setempat.

Atas peristiwa penemuan mayat ini, Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi, saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Kamis (14/02/2019), membenarkan dan memberikan kronologi saat pertama kali mayat lelaki yang belakangan diketahui bernama Wahyudi alias Komplong (40), yang juga warga setempat.

"Benar telah ditemukan mayat pria bernama Wahyudi alias Komplong usia 40 tahun yang juga warga lingkungan Glodokan RT 002 RW 003, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang," ungkap AKP Teguh.

Penemuan jenasah korban, pertama kali diketahui oleh tetangganya yang berniat membangunkan korban yang biasa tidur di dalam poskamling tersebut. "Seorang warga yang tinggal di depan poskamling sempat menawarkan obat kepada korban pada Rabu (13/02/2019) kemarin, karena mengetahui kalau korban sedang sakit. Namun tawaran tersebut ditolak oleh korban," ungkap AKP Teguh.

Berdasar pada keterangan seorang warga, Sugeng (50), pagi tadi dirinya bermaksud membangunkan korban, namun saat dibangunkan korban sudah tidak bergerak. "Jadi saudara Sugeng bermaksud membangunkan korban, tapi saat digerakkan tubuhnya, korban sudah diam saja. Mengetahui korban telah meninggal, saudara Sugeng lalu memanggil Ketua RT setempat bapak Hironimus Priantoro, yang kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Bawen," imbuh AKP Teguh.

Petugas piket Polsek Bawen yang menerima laporan warga, segera berkoordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Bawen serta mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal pada jasad korban.

"Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis dan anggota Polsek Bawen serta Babinsa Koramil Bawen, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan ataupun upaya bunuh diri, korban dinyatakan meninggal karena sakit," tandas Kasubbag Humas Polres Semarang, AKP Teguh Susilo Hadi.

Alami Gangguan Jiwa

Sementara itu, berdasar informasi dihimpun, korban selama ini hidup sendiri dan diduga alami gangguan jiwa pasca kedua orang tua angkatnya meninggal dunia. Hal ini diperkuat oleh keterangan seorang warga kepada Kapolsek Bawen AKP Suradi.

"Jadi korban ini dulunya diangkat anak oleh pasangan Noto dan Ngatini, karena keduanya sudah meninggal dunia, akhirnya korban mengalami gangguan jiwa dan hidupnya menggelandang, tiap malam sering tidur di bekas pos kamling depan rumah saudara Kasmiyo," terang AKP Suradi.

Berdasar pantauan beritaglobal.net, jenasah korban diurus oleh warga, mengingat korban sudah sebatang kara dan dipimpin oleh Ketua RW setempat bersama warga mengebumikan jenasah Komplong di Temapt Pemakaman Umum (TPU) Setrokokok yang masih ikut wilayah Lingkungan Glodokan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. (Vitri B Prabawani/Agus S)