Maestro Tari Klasik Magelang Kedatangan Tamu Istimewa, Dari Kiprahnya 'Uri - Uri' Budaya Jawa -->

code ads

Maestro Tari Klasik Magelang Kedatangan Tamu Istimewa, Dari Kiprahnya 'Uri - Uri' Budaya Jawa

Wednesday, February 13, 2019
Letkol Arm Irwansah, saat bersilaturahim di kediaman Tri Yudho 'Mbah Pur' Purwoko, di Dusun Bulu, Desa Podosuko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Rabu (13/02/2019). (Foto: Dok. ist/EKT)

Magelang, beritaglobal.net - Kiprahnya dalam dunia seni, dimulai dari seni musik tradisional, lukisan, patung dan seni wayang orang. Hingga akhirnya mengantarkan Tri Yudho Purwoko (70) akrab disapa Mbah Pur, sebagai salah satu maestro tari klasik di seputar Magelang.

Dari semua karya dan kecintaan Mbah Pur yang berdomisili di Dusun Bulu, Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Magelang, pada dunia seni, menggugah Komandan Bataliyon (Danyon) Armed 3/105 Tarik Magelang, Letkol Arm Irwansah, S.A.P., bersilaturahim ke kediaman Mbah Pur, Rabu (13/02/2019).

Kunjungan Letkol Arm Irwansah beserta rombongan dari Yonarmed 3/105 Tarik ke tempat tokoh budaya tersebut dalam rangka 'uri-uri' (melestarikan) budaya lokal. Kepada beritaglobal.net saat kunjungannya ke Mbah Pur, Irwansah mengatakan,"Para budayawan adalah pahlawan tanpa tanda jasa juga, selain mencari nafkah untuk keluarga mereka juga mencurahkan pikiran dan keahliannya untuk melestarikan adat istiadat budaya nenek moyang melalui seni budaya tradisional," ungkapnya.

Atas kedatangan Letkol Arm Irwansah, Mbah Pur menyambut positif kunjungan tersebut. "Sekarang ini budaya tradisional mulai terkikis oleh budaya  modern sehingga perlu melestarikan budaya tradisional yang nyaris punah tersebut. Meskipun peminatnya kecil tetapi masih ada anak-anak yang sudah ikut belajar di tempat saya," ungkap Mbah Pur.

Letkol Arm Irwansah menjelaskan agar para budayawan, memberi rasa baru terhadap karya seni tradisional tersebut, sehingga bisa menarik minat generasi muda untuk mau belajar. Dengan adanya polesan tersebut diharapkan para generasi muda dapat melestarikan budaya tradisional dan disisi lain mereka juga tetap mengikuti perkembangan teknologi yang serba digital. 

"Dan yang paling penting lagi para budayawan, seniman, selalu menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya kepada generasi muda melalui seni budaya," tutup Letkol Arm Irwansah. (*)


Dilaporkan kontributor Magelang: Eko Triyono
Editor: Agus S