Metode Pengobatan Jami'ah Ruqyah Al Quran, Alternatif Pengobatan Penyakit Medis dan Non Medis -->

code ads


Metode Pengobatan Jami'ah Ruqyah Al Quran, Alternatif Pengobatan Penyakit Medis dan Non Medis

Sunday, February 17, 2019
Ruqyah masal Jami'ah Ruqyah Al Quran bersama MWC NU Kecamatan Kedu, Sabtu (16/02/2019). (Foto: Dok. pribadi/RTM)
Temanggung, beritaglobal.net - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedu, Kabupaten Temanggung, secara reguler melaksanakan sosialisasi dan memasyarakatkan pengobatan dengan metode yang tertuang dalam Al Quran. Bersama dengan Jami'ah Ruqyah Al Quran (JRA), Kecamatan Kedu, diselenggarakan acara ruqyah masal, Sabtu (16/02/2019).

JRA Kabupaten Temanggung yang turut hadir dalam acara ruqyah masal di Dusun Grogol, Desa Kutoanyar, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, menarik antusiasme ratusan warga masyarakat umum serta anggota fatayat NU Kabupaten Temanggung.

Pengurus MWC NU Kecamatan Kedu, diwakili oleh Kyai Dulbari dan Kyai Anyudi. Dalam sambutannya, Kyai Anyudi menyampaikan melalui ruqyah masal ini  masyarakat akan mengenal pengobatan yang utama dari Al Quran untuk segala penyakit medis maupun non medis.

"Dalam Al Quran telah tertuang metode pengobatan untuk semua jenis penyakit, baik medis maupun non medis, sehingga dalam acara ruqyah masal ini, masyarakat kami kenalkan pengobatan yang utama dari Al Quran," kata Kyai Anyudi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi beritaglobal.net disela berlangsungnya acara, Sri Sulastri, S.Sos., selaku Ketua II Pengurus Cabang (PC) Fatayat Temanggung dan Ketua Fatayat Anak Cabang (PAC) Kedu, menyampaikan tujuan atas penyelenggaraan acara ruqyah masal di Kecamatan Kedu.

"Tujuan dari ruqyah masal ini digelar agar masyarakat mengenal pengobatan utama dari Alquran baik itu pengobatan medis maupun non medis," ucap Sri Sulastri, mengulang isi tujuan ruqyah masal yang disampaikan oleh Kyai Anyudi.

"Diharapkan ruqyah masal ini akan diselenggarakan berkesinambungan untuk waktu - waktu kedepan, dengan memberikan infaq seikhlasnya, masyarakat sudah bisa merasakan mafaatnya. Bekerja sama dengan Banser, Fatayat, Muslimat dan lembaga dari NU, ruqyah ini berjalan dengan sukses. Masyarakat sangat antusias mengikuti acara ini, terbukti banyaknya masyarakat yang mengikuti bahkan peserta yang mendaftar melebihi kuota yang ditentukan," imbuh Sri Sulastri.

Sebanyak 20 orang praktisi ruqyah yang di ketuai oleh Sunhari, pembacaan ayat - ayat Al Quran selama berjalannya ruqyah masal ini, memberi efek positif kepada semua Jami'ah Ruqyah Al Quran, Kecamatan Kedu. Hal ini disampaikan oleh Wartini, warga setempat, yang merasakan badannya menjadi terasa ringan setelah mengikuti acara tersebut hingga selesai.

"Meski terasa badan sakit, tapi saya dapat ikut acara sampai selesai. Efek dibadan saya langsung bisa saya rasakan. Terasa lebih ringan, dan sepertinya beban hidup terasa plong, lebih longgarlah...," ungkap Wartini kepada beritaglobal.net. (Ratmaningsih)