Millenial Road Safety Festival, Walikota: Mobil dan Motor Adalah Mesin Pembunuh -->

code ads


Millenial Road Safety Festival, Walikota: Mobil dan Motor Adalah Mesin Pembunuh

Friday, February 15, 2019
Walikota Salatiga H. Yuliyanto bersama Wakil Walikota Muh Haris, hadir dalam Millenial Road Safety Festival yang diselenggarakan Polres Salatiga di Lapangan Pancasila, serta menyaksikan pertunjukan freestyle oleh personel Satlantas Polres Salatiga, Jumat (15/02/2019). (Foto: Dok. istimewa/KHM)

Salatiga, beritaglobal.net - Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., mengajak seluruh kaum millenial di Kota Salatiga untuk menjaga safety riding dengan mentaati peraturan lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan mobil ataupun motor. Ditegaskannya bahwa, kendaraan bermotor adalah mesin pembunuh, sehingga jika pengendaranya tidak berhati - hati bisa memakan korban bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

“Millenial Road Safety Festival ini merupakan program dari Polri, sebagai ajakan kepada kaum millenial untuk berperilaku secara tertib serta menghargai dan mentaati aturan yang ada dalam berkendara sehingga angka kecelakaan bisa turun. Sebab, mobil dan motor adalah mesin pembunuh,” tandas Walikota, saat memberikan sambutan di depan ratusan warga Salatiga yang mengikuti acara Millenial Road Safety Festival di Lapangan Pancasila, Jumat (15/02/2019) pagi.

Acara dimulai pukul 06.00 WIB pagi dengan diawali pelepasan burung merpati dan burung emprit oleh Forkopimda, dilanjutkan jalan santai, senam aerobik, pertunjukan freestyle dan diakhiri dengan pembagian doorprize. Turut hadir dalam acara tersebut segenap unsur Forkopimda, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta siswa sekolah SD, SLTP dan SLTA.

Senada dengan ajakan Walikota, Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menilai tingkat kesadaran pengguna kendaraan masih kurang. Karena itu, melalui kegiatan Millenial Road Safety Festival ini diharapkan dapat menggugah masyarakat tertib berlalu lintas dengan melengkapi surat - surat kendaraan, helm dan pakaian yang memenuhi standar berlalu lintas.

“Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menekan angka kematian yang dialami oleh pengguna jalan. Tahun 2018 lalu tercatat sebanyak 30 ribu jiwa melayang karena kecelakaan lalu lintas,” ungkap Gatot. (FMA/KHM)



Ditulis oleh: Fera Marita
Editor: Khamim/Red