Panen Raya Tanaman Jagung Petani Desa Boto Bersama Babinsa -->

code ads

Panen Raya Tanaman Jagung Petani Desa Boto Bersama Babinsa

Thursday, February 14, 2019
Panen raya tanaman jagung dari kelompok tani Sidomaju, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, dengan metode Ubinan, Kamis (14/02/2019). (Foto: Dok. Pendim 0714/Salatiga)

Ungaran, beritaglobal.net - Petani jagung di Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, memasuki masa panen raya tanaman jagung mereka. Untuk melakukan perkiraan hasil panen keseluruhan, para petani bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Semarang, melakukan metode Ubinan.

Disampaikan oleh Danramil 04/Bringin Kodim 0714/Salatiga pada saat panen raya yang diwakili oleh Babinsa Desa Boto Serda Ansori melalui Pendim 0714/Salatiga Pelda W. Yudha, bahwa metode Ubinan adalah salah satu cara untuk mengetahui hasil panen tanaman yang masih di sawah. "Metode Ubinan biasanya digunakan pada saat panen raya padi. Namun bisa juga diterapkan untuk tanaman pertanian lainnya," ungkap Pelda Yudha, menirukan penuturan Serda Ansori.

Ditambahkan oleh Pelda Yudha, tentang jenis varian tanaman jagung yang dibudidayakan oleh petani di Desa Boto adalah Jagung Bissi 99.

Perihal: Kegiatan Ubinan panen raya jagung bissi 99 didusun penggung desa boto kec Bancak kab Semarang. Dari hasil Ubinan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, hasil panen tanaman jagung mencapai 8,5 ton per 1 hektar lahan.

"Ubinan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, untuk mengetahui perkiraan total hasil panen. Dan dari hasil Ubinan pada lahan tanaman jagung, diperoleh hasil 8,5 ton buah jagung per 1 hektar lahan," imbuh Pelda Yudha, menirukan ungkapan Serd Ansori.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Semarang Alfiah, dalam kata sambutannya menyampaikan agar petani lebih berani dalam pengembangan lahan, karena pemerintah melalui Dinas Pertanian selalu mendampingi petani.

"Jangan takut untuk terus mengembangkan lahan, karena kami terus mendampingi," ungkap Alfiah.

"Kami selalu ada untuk kelompok tani Sidomaju. Jangan takut kaya, petani harus maju," dorongnya sebelum Ubinan dimulai.

Pelda Yudha menambahkan informasi tentang Jagung Bissi 99 adalah salah satu jenis jagung unggulan. "Usia tanam yang pendek, hanya butuh 107 hari hingga waktu panen, dalam 1 hektar lahan, tanaman jagung hibrida BISSI-99 hasil produksinya diestimasikan mencapai lebih kurang 8,5 ton," tandasnya.

Acara yang dihadiri oleh perangkat Desa dan kecamatan serta undangan yang hadir mencapai 75 orang, selesai pada tepat pukul 12.00 WIB, sesuai dengan standart waktu yang digunakan dalam Ubinan. (Fera Marita)


Sumber: Pendim 0714/Salatiga