Tragedi Leuwigajah, Tonggak Sejarah Penetapan Hari Peduli Sampah Nasional -->

code ads

Tragedi Leuwigajah, Tonggak Sejarah Penetapan Hari Peduli Sampah Nasional

Thursday, February 21, 2019
Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, turun tangan langsung dalam aksi bersih - bersih sampah di sekitar terminal Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (21/02/2019). (Foto: Humas Polres Magelang). 

Magelang, beritaglobal.net - Kemarin, 21 Februari 2005 adalah tepat 14 tahun tragedi longsor TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. Setelah terjadinya tragedi longsor tersebut, 157 jiwa melayang, tergulung tumpukan sampah dan dua kampung hilang dalam lautan sampah. Bencana ini, memicu pencanangan Hari Peduli Sampah Nasional. Adanya hari peringatan ini juga menjadi pemicu supaya Indonesia dapat bersih dari sampah pada tahun 2020.

Berdasar release Kasubbag Humas Iptu Tugimin, Kepolisian Resor Magelang, turut serta melangsungkan upacara Peduli Sampah Nasional 2019, yang dilangsungkan di Terminal Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (22/02/2019).

Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K., mengusung tema Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat dan Berguna. Dalam kata sambutanya, AKBP Yudianto mengatakan, "Upacara Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari. Untuk tahun ini mengambil tema “Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat dan Berguna,“ ungkap AKBP Yudianto.

Upacara yang dimulai sekira pukul 07.00 WIB, di ikuti oleh Wakapolres Magelang Kompol Eko Mardiyanto, Para Kabag, Kasat, Kapolsek, Kasie, Perwira, Bintara, ASN Polres Magelang dan Bhayangkari.

Dalam sejarah awal mula pencanangan hari Peduli Sampah Nasional di atas, Kapolres Magelang AKBP Yudianto, menambahkan, "Longsoran dari berbagai sampah anorganik tersebut bak gelombang tsunami, yang meluluh lantahkan kampung Cilimus dan Pojok. Pemukiman yang penuh kehidupan itu langsung luluh lantak walaupun berjarak satu kilometer dari gunungan sampah tersebut, maka hal tersebut buat pelajaran kita dan kita sikapi dengan bijak," jelas AKBP Yudianto.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa dengan mengambil pengalaman itu marilah bersama sama kita Membangun bersama ke hidup bersih, dan sehat melalui pengelolaan sampah adalah gaya hidup baru masyarakat Kabupaten Magelang.

"Marilah kita selalu mendorong budaya bersih, sehat, dan produktif sebagai modal sosial yang terus menerus perjuangkan dalam kehidupan masyarakat, sosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat perihal dinamika mengatasi sampah sejak dari sumbernya," harapnya.

"Inisiatif, dan langkah inovatif di Kabupaten Magelang, telah berkembang baik, terlebih muncul dari grassroot komunitas di masyarakat," tandas AKBP Yudianto.

Selepas pelaksanaa upacara Hari Peduli Sampah Nasional, seluruh peserta bersama - sama membersihkan di kawasan sekitar terminal Borobudur Magelang. (Eko Triono)