35 Kepala Desa Ikuti Evaluasi Masa Tanam dari BPSDA PROBOLO -->

code ads


35 Kepala Desa Ikuti Evaluasi Masa Tanam dari BPSDA PROBOLO

Friday, March 29, 2019
Jalannya evaluasi masa tanam 1 tahun 2018/2019 dan rencana masa tanam 11 tahun 2019, di DI Galeh yang diselenggarakan di Balai Desa Makukuhan, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. (Foto: dok. istimewa/RTM)

Temanggung, beritaglobal.net - Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk Ulo (Probolo) mengundang kurang lebih 35 kepala desa di Kecamatan Kedu, Kecamatan Temanggung dan Kecamatan Bulu, pada Kamis (28/03/2019) lalu, di balai Desa Makukuhan, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

Pertemuan terssebut diselenggarakan dalam rangka evaluasi masa tanam 1 tahun 2018/2019 dan rencana masa tanam 11 tahun 2019, di Daerah Irigasi Galeh.

Evaluasi yang dihadiri oleh Kepala Dinas PU, Perumahan dan Kawasan Permukiman Temanggung, yang diwakili oleh Ketut Candra Kirana selaku Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Bendung dan Irigasi SDA (Sumber Daya Air). Menjadi narasumber dari BPSDA adalah Bowo Sulistyo, S.T., dan Soemarno, S.T., selaku Koordinator Kelompok Pengelola Wilayah Progo yang siang itu menerangkan tentang debit air di DI Galeh yang masih mencukupi sampai tahun mendatang. Selain evaluasi, juga disampaikan untuk kesepakatan penanaman padi dan palawija untuk kelompok pengguna air.

Seusai acara, saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Soemarno menjelaskan, "Debit air dari irigasi sungai Galeh masih cukup melimpah dan aman untuk menghadapi musim kemarau, petani di minta menanam padi dengan rencana tanam 783h, dan terealisasi padi 808h, sedang palawija yang rencananya 310h namun terealisasi 285h. memang kami menyarankan penanamannya untuk lebih besar prosentasenya di banding palawija, debit air akan menurun sedikit saat musim kemarau, tapi kami pastikan masih aman untuk di gunakan di tiga kecamatan.Kami mengundang kades yang sawah di desanya menggunakan manfaat dari irigasi sungai Galeh".

Secara terpisah, Mardi (47), seorang petani yang mempunyai lahan persawahan di sepanjang DI Galeh, saat ditemui beritaglobal.net, pada Jumat (29/03/2019) petang, menyapaikan, "Pertanian semakin maju karna tidak pernah kekurangan air saat kemarau, jadi dengan adanya irigasi sangat membantu petani," ungkap Mardi. (Ratmaningsih)