Isi Temu Ilmiah FOSSEI, Yuliyanto: "Mahasiswa jangan hanya berfikir menjadi CPNS"

Iklan Semua Halaman

Isi Temu Ilmiah FOSSEI, Yuliyanto: "Mahasiswa jangan hanya berfikir menjadi CPNS"

Monday, March 25, 2019
Walikota Salatiga H. Yulyanto, S.E., M.M., saat memberikan paparan dalam temu ilmiah FOSSEI di Aula Kampus 1 IAIN Salatiga. (Foto: Dok. Humas Pemkot Salatiga)

Salatiga, beritaglobal.net - Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., berpesan kepada para mahasiswa dan mahasiswi peserta temu ilmiah Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) regional Jawa Tengah 2019 di aula kampus 1 IAIN Salatiga untuk tidak hanya berfikir menjadi CPNS. Selain karena daya tampung yang terbatas, akan lebih menjanjikan jika mereka berfikir ekonomi secara mandiri sehingga terbuka lebar kesempatan mereka untuk menumbuhkan dan meningkatkan penghasilan bagi diri sendiri maupun orang lain, Senin (25/03/2019).

“Jangan hanya berfikir menjadi CPNS, karena kuotanya sangat terbatas dan syarat nilai juga cukup tinggi. Dalam penerimaan CPNS di Salatiga tahun 2018, syarat nilai minimal (indeks prestasi) adalah 3,5 sehingga peserta terseleksi secara alam. Tidak banyak peserta yang bisa lolos dalam persyaratan adminitrsai. Oleh karena itu, akan lebih menjanjikan berpikir ekonomi secara mandiri untuk dapat menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan penghasilan bagi diri sendiri dan orang lain,” ungkap Yuliyanto.

Yuliyanto menilai, temu ilmiah ini sebagai ajang memperkuat ukhuwah dan khasanah keilmuan, dengan tema 'Optimalisasi Wakaf dan Sociopreuneur (Pelaku usaha atau bisnis yang tidak hanya mengambil keuntungan semata, ada unsur sosial di dalamnya) Untuk Mengembangkan Industri Halal di Jawa Tengah yang Fokus Pada Kajian Ekonomi Islam'. Tema ini menurutnya sangat tepat, dimana di tengah perkembangan teknologi informasi di era globalisasi, peran masyarakat khususnya generasi muda memiliki pengaruh luar bisa dalam menyebarkan perubahan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

“Temu ilmiah ini hendaknya menjadi penyemangat bagi kawula muda untuk bersosiopreuneur, bersinergi dengan program-program pemerintah Kota Salatiga, sehingga memiliki dampak luar biasa berkaitan dengan pengembangan ekonomi Islam,” tambahnya.

Temu ilmiah FOSSEI Regional Jawa Tengah merupakan suatu program kerja FOSSEI sebagai wadah silaturahmi tingkat regional bagi mahasiswa pecinta ekonomi Islam yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di universitas negeri maupun swasta di Jawa Tengah. Rektor IAIN Salatiga, Dr. Rahmad Haryadi, M.Pd., mengatakan, IAIN Salatiga sangat mendukung perkembangan ekonomi Islam, karena realitas dan penguasaan ekonomi nasional masih jauh dari harapan para ekonom robbani. Ia mengajak para KSEI untuk terus berjuang, bekerja dan berusaha menjadi ekonom robbani yang berkontribusi bagi perkembangan ekonomi islam dan syariah di Indonesia. (FMA/KHM)