Pembukaan Diklatpim IV Angkatan X, Walikota Salatiga : "Proyek Perubahan Harus Berdampak Riil" -->

code ads

Pembukaan Diklatpim IV Angkatan X, Walikota Salatiga : "Proyek Perubahan Harus Berdampak Riil"

Tuesday, March 5, 2019
Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., berfoto bersama panitia dan peserta Diklatpim IV angkatan X di Wisma Widya Graha LP3K Sinode, Jalan Sukarno Hatta No. 10 Salatiga, Selasa, (05/03/2019). (Foto: Dok. Humas Pemkot Salatiga) 

 Salatiga, beritaglobal.net - Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa salah satu pilar utama terwujudnya agenda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat adalah tersedianya sumber daya aparatur yang bermental baik, positif dan profesional dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Untuk itu, dalam rangka mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kompeten, baik kompetensi teknis, manajerial maupun kepemimpinan, diperlukan pembekalan dan pembinaan bagi ASN melalui pendidikan formal, media pendidikan informal, maupun media pendidikan kedinasan, seperti Diklatpim IV angkatan X yang diselenggarakan oleh Badan Pembangunan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, bekerjasama dengan Pemkot Salatiga, di Wisma Widya Graha LP3K Sinode, Jalan Sukarno Hatta No.10 Salatiga, Selasa, (05/03/2019).

“Bermental baik dan positif berarti memiliki sikap dan moral yang baik, sedangkan profesional berarti memiliki kompetensi yang memadai dalam menjalankan tugas, yang diwujudkan dengan bekerja secara efektif dan efisien, kreatif, mempunyai etos kerja yang tinggi, serta senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” terang Yuliyanto dalam sambutannya.

Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., memberi sambutan dalam acara pembukaan Diklatpim IV angkatan X di Wisma Widya Graha LP3K Sinode, Jalan Sukarno Hatta No. 10 Salatiga, Selasa (05/03/2019). (Foto: Dok. Humas Pemkot Salatiga)
Dijelaskannya bahwa, pola pikir dan tinjauan akademis saat ini telah ditinggalkan dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim). Seperti halnya tahun lalu, tahun ini peserta dituntut menghasilkan sebuah karya di instansi masing-masing, sehingga akan ada lebih dari 30 proyek perubahan dari 30 peserta diklat.

"Saya berharap, ide, gagasan, inovasi yang nanti dituangkan dalam sebuah proyek perubahan akan dapat membawa dampak yang riil bagi peningkatan kinerja para pejabat pemerintah dan mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat Kota Salatiga, bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administratif atau formalitas belaka. Jadi jangan hanya launching-nya saja yang ramai,” tandasnya.

Sebagaimana dipaparkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BK Diklatda) Kota Salatiga, Drs Muthoin, M.Si., selaku Ketua Penyelenggara, sebanyak 30 orang ASN yang berasal dari 15 SKPD, berada di Kota Salatiga akan mendapat pendidikan dan pelatihan kepemimpinan selama tiga bulan. Tujuan dari diklat tersebut adalah untuk membentuk sosok - sosok pemimpin birokrasi yang memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan kegiatan instansi dan memimpin pelaksanaan kegiatannya.

“Adapun sasaran dari pelatihan kepemimpinan tingkat empat ini adalah terwujudnya ASN yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan untuk menduduki eselon IV,” kata Muthoin.

Sementara itu Kabid Pengembangan Kompetensi Teknis pada BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Andik Arif Asyafi’i, S.H., M.M., menegaskan perlunya pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tersebut, guna memenuhi kesenjangan kapasitas aparatur baik pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku hingga mampu menyikapi segala perubahan dengan cepat dan tepat. Karena itu peserta diklat akan dibekali keahlian untuk merencanakan perubahan, membangun dukungan dan mengurangi resistensi perubahan dengan proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiental learning).

“Salah satu jenis pelatihan yang strategis untuk mewujudkan PNS yang profesional dan menjadi agen perubahan adalah dengan pelatihan kepemimpinan. Bukan sekedar upaya pemenuhan syarat administrasi yang bersifat rutin, tetapi menjadi bagian dari program besar pencapaian reformasi birokrasi,” tegas Andik Arif. (KHM/ASB)