Petaka Wisata Water Tubing di Kali Gono, 3 WNI dan 1 WNA Meninggal Dunia -->

code ads


Petaka Wisata Water Tubing di Kali Gono, 3 WNI dan 1 WNA Meninggal Dunia

Wednesday, March 13, 2019
Evakuasi tim SAR pada salah satu jenasah korban banjir bandang di Wisata River Tubing Little Ubut, Kali Gono, Kecamatan Candi Mulyo, Kabupaten Magelang, Rabu (13/03/2019). (Foto: Dok. Humas Polres Magelang)

Mungkid, beritaglobal.net - Wisata air dengan memanfaatkan arus sungai sudah banyak dikembangkan oleh beberapa wilayah di Jawa Tengah. Wisata air yang sering menjadi tujuan para pelancong seperti arung jeram, kano, dan yang sedang menjadi primadona adalah water tubing.

Water tubing menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan dalam menyusuri arus sungai dengan peralatan pelampung dari ban dalam kendaraan besar atau pelampung yang telah didesain khusus. Masyarakat di sekitar Kali Gono, yang masuk wilayah Dusun/Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, memiliki destinasi wisata susur sungai dengan tema River Tubing Little Ubut, yang menarik minat wisatawan dalam negeri bahkan manca negara untuk mencobanya.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, saat memberikan keterangan kepada awak media, terkait peristiwa di Kali Gono, Rabu (13/03/2019). 
Adanya wisata air, susur sungai dengan pelampung di River Tubing Little Ubut, Kali Gono, menarik minat 15 orang anggota Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DKI Jakarta, peserta JITEX yang diadakan oleh ASPPI DIY pada tanggal 10 - 12 Maret 2019, memperpanjang waktu tinggal di Yogyakarta, untuk mencoba River Tubing, di Kali Gono Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Namun, peristiwa nahas menimpa rombongan anggota ASPPI yang tengah beristirahat disela - sela menyusuri Kali Gono. Tanpa disadari, banjir bandang tiba - tiba menerjang beberapa orang yang tengah beristirahat, Rabu (13/03/2019) siang, dan menyebabkan tewasnya 3 orang anggota ASPPI dari Jakarta dan 1 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

Berdasar press release tertulis Ketua Umum ASPPI Pusat, Djohari Somad, dilaporkan data korban meninggal adalah Tantri Aristiawati (51), warga Jalan Jamur Asri 9 QR 16 RT 20 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sicilia Mantjoeng (48), warga Manggarai Selatan 1/7 Tebet, Jakarta Selatan. Yully Wu (42), warga Apartement Manssion Tower, Kalideres, Jakarta Barat. Korban WNA Malaysia adalah Datin Hanisah bin Abd Rohim (66).

Selain menyebabkan korban tewas, peristiwa banjir bandang di Kali Gono, juga mengakibatkan beberapa wisatawan mengalami luka - luka. Korban luka, telah dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Magelang, untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K., dalam siaran pers kepada wartawan menjelaskan, "Awalnya sekitar 12 orang dari agen pariwisata Jakarta, Semarang serta warga negara Malaysia sekira pukul 12.00 WIB, turun ke sungai dan mencoba olah raga Tubing yang ada di Kali Gono Candimulyo ini, namun sekira pukul 14.00 WIB, saat mereka beristirahat tanpa mereka sadari ada banjir bandang yang datang tiba - tiba dan menyeret sebagian dari mereka," terangnya.

4 korban yang ditemukan telah meninggal, terseret arus sungai sejauh lebih kurang 1 Km, dari lokasi awal mereka beristirahat, oleh tim SAR. "Adapun kronologi lengkap atau detailnya kejadian awal, salah satu dari rombongan yang selamat sedang dimintai keterangan di Polsek Muntilan, sementara untuk ke empat jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan," tandas AKBP Yudianto kepada wartawan. (ADY/ASB)