Warga Resah Oleh Ulah Anak Punk, Jajaran Polsek Kranggan Lakukan Pembinaan Dan Penertiban -->

code ads


Warga Resah Oleh Ulah Anak Punk, Jajaran Polsek Kranggan Lakukan Pembinaan Dan Penertiban

Sunday, March 10, 2019
Aiptu Bambang Kristiyanto bersama seorang anggota Polsek Kranggan, memberi pembinaan kepada 10 anak Punk di tepi jalan pertigaan Kranggan, Minggu (10/03/2019). (Foto: Dok. istimewa/RTM)
Temanggung, beritaglobal.net - Keberadaan anak - anak punk di beberapa sudut jalan di Kabupaten Temanggung, salah satunya di beberapa traffic light di jalan - jalan di wilayah Kecamatan Kranggan diduga melakukan pemalakan kepada pengguna jalan, meresahkan warga setempat.

Keresahan warga direspon cepat oleh jajaran Polsek Kranggan Polres Temanggung, setelah adanya aduan masyarakat Kecamatan Kranggan akan aksi pemalakan oleh komunitas Punk.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, melalui pesan singkat, Minggu (10/03/2019) sore, Kapolsek Kranggan AKP Yanu Fajar Saptono, S.E., membenarkan tentang penertiban dan pembinaan terhadap sejumlah komunitas Punk di wilayahnya.

"Saya memerintahkan anggota untuk menindak lanjuti hasil laporan warga, untuk menghindari tindak kejahatan yang sekirannya akan membahayakan pengendara dan orang lain, dimana keberadaan anak - anak punk yang selama ini meresahkan warga," ungkap AKP Yanu kepada beritaglobal.net.

Aiptu Bambang Kristiyanto beserta seorang anggota Polsek Kranggan, melakukan pendataan dan pembinaan kepada lebih kurang 10 orang anak Punk di lampu merah pertigaan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

"Saya amankan anak Punk sebanyak 10 orang yang terdiri dari 1 perempuan dan 9 laki - laki, selanjutnya kita periksa identitas mereka serta memberikan peringatan keras untuk tidak mengulangi lagi perbuatanya yaitu memalak orang pengendara bermotor, maupun mengganggu pemakai jalan lainnya," ungkap Aiptu Bambang kepada beritaglobal.net di lokasi.

Selepas dilakukan pendataan di tepi jalan pertigaan Kranggan, seluruh anak Punk di bawa ke kantor Polsek Kranggan, untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya. Dan diperbolehkan pulang ke rumah masing - masing.

Gembel, salah satu anak Punk, menyatakan bahwa mereka tidak melakukan pemalakan dan hanya mengamen untuk makan. "Saya dan teman - teman hanya ngamen biasa demi cari makan sendiri dan kami tidak malak pengguna jalan," tandas Gembel. (Ratmaningsih)