4 Butir Deklarasi Damai, Hentikan Perseteruan GPK Aliansi dan Pemuda Pancasila Magelang Kota -->

code ads


4 Butir Deklarasi Damai, Hentikan Perseteruan GPK Aliansi dan Pemuda Pancasila Magelang Kota

Monday, April 22, 2019
Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi dan Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwiamtono, turut serta membubuhkan tanda tangan dalam deklarasi perdamaian Ormas GPK Aliansi Magelang dan Ormas Pemuda Pancasila Kota Magelang, di ruang PPKO Mapolres Magelang Kota, Senin (22/04/2019) malam. (Foto: dok. Humas Polres Magelang Kota)

Magelang, beritaglobal.net - Sempat membuat warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Tidar, Kota Magelang, merasa panik karena adanya bentrokan dari sekelompok orang dari dua organisasi masa (ormas) Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Aliansi dengan ormas Pemuda Pancasila Kota Magelang, pada Minggu (21/04/2019) malam lalu, bentrokan akhirnya dapat diredam dengan upaya mediasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Magelang Kota Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, S.I.K., M.A.P., bersama Komandan Kodim 0705 Magelang Letkol Arm Kukuh Dwiantono, S.I.P., Senin (22/04/2019).

Dalam konferensi pers Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi melalui Kasubbag Humas Polres AKP Nur Saja'ah, S.H., bentrokan antar dua ormas tersebut terjadi di seputar Jalan Tidar, Kampung Tidar Baru, Kota Magelang sekira pukul 02.00 WIB.

Pada saat memberikan sambutan dalam acara mediasi tadi malam, AKBP Idham Mahdi menyampaikan, bahwa PPKO Mapolres Magelang Kota menjadi tempat untuk silaturahim semua pihak, untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Magelang dan sekitarnya, demi keutuhan NKRI. "Kita masih saudara sebangsa dan setanah air, mudah - mudahan langkah kita dengan segala niat hati yang bersih, dengan ini Tuhan akan membalasnya. Bahwa sebagai manusia adalah makhluk sosial sehingga kita butuh orang lain sehingga situasi yang kondusif kita harus jaga. Ada permasalahan, akan menimbulkan keresahan, bagaimanapun kota ini, kita dilahirkan hidup dan mencari penghidupan. Segala masalah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan dan didapatkan solusi. Melalui malam ini saya selaku Kapolres Magelang Kota dan pak Dandim serta pak Sekda mengajak semua pihak untuk bisa saling memberikan informasi, apa yang menjadi uneg - uneg, guna menyamakan persepsi," ungkap AKBP Idham Mahdi, melalui AKP Nur Saja'ah kepada awak media, Selasa (23/04/2019) pagi.

Ditambahkan oleh Kapolres Magelang Kota melalui Kasubbag Humas Polres Magelang Kota, "Permasalahan ini adalah masalah pribadi person to person hanya kebetulan pelaku ini anggota ormas dan dibumbui oleh media sosial yang negatif sehingga akan menjadi besar. Mohon maaf apabila dalam penyambutan kami bila ada kekurangan," ungkap AKBP Idham Mahdi melalui AKP Nur Saja'ah.

Selain Kapolres, Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwiantono, S.I.P., juga memberikan pesan - pesan kepada semua pihak yang bertikai, "Kami selaku Forkompinda Kota Magelang sudah mendapat mandat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dengan mediasi dan jangan berkembang menjadi lebih besar. Permasalahan ini sudah menjadi permasalahan Nasional. Kami diperintah atasan kami, agar menjaga Kota Magelang. Kami punya tanggung jawab untuk menciptakan situasi yang kondusif. Kami harus segera menyelesaikan masalah ini agar jangan sampai membesar dan terjadi pertikaian antar kelompok jangan sampai masyarakat yang akan bergerak sendiri," ucap Letkol Arm Kukuh Dwiantono.

"Pendahulu kita mewariskan kemerdekaan Indonesia ini dan agar kita mengisi kemerdekaan ini, jangan sampai mewariskan anak cucu kita dengan kekerasan kita mempunyai Pancasila dan budaya orang timur. Peran aktif kita untuk menjaga stabilitas di masyarakat. Kita aparat TNI Polri hanya bisa menjaga, peran aktif masyarakat yang kita harapkan karena Magelang adalah tempat tinggal kita. Kita harus hidup guyub rukun dalam situasi yang kondusif," tandas Letkol Arm Kukuh.

Melengkapi penyampaian pesan mediasi dari Kapolres Magelang Kota dan Dandim 0705/Magelang, Sekda Kota Magelang Drs. Joko Budiono, M.M., mengingatkan kepada semua pihak bahwa peristiwa perselisihan dua ormas di Kota Magelang sudah menjadi issue nasional namun, dirinya berharap semoga permasalahan ini dapat diselesaikan. "Kita rugi kalau situasi ini tidak dapat diselesaikan secara baik - baik, agar dapat dicarikan solusinya. Berkaitan dengan dengan kelompok yang membawa senjata tajam agar secara sadar kita menjaga perdamaian dan situasi kondusif. Terimakasih atas atas upaya Kapolres Magelang Kota dan pak Dandim 0705/Magelang atas pelaksanaan mediasi ini, untuk menciptakan situasi yang kondusif di Kota Magelang," pungkas Joko seperti disampaikan AKP Nur.

Acara mediasi, selain dihadiri oleh Kapolres Magelang Kota, Dandim 0705/Magelang dan Sekda Kota Magelang, hadir pula Wakapolres Magelang Kota Kompol Khamami, S.H., Kabagops Polres Magelang Kota Kompol Sri Hatmo, S.H., M.M., Pasiops Kodim 0705/Magelang Kapten Arm Jumiyanto, Kasatintelkam Polres Magelang Kota AKP Danang Eko Purwanto, S.H., Kasatreskrim Polres Magelang Kota, Kasatpol PP Kota Magelang, Kepala Kesbangpol dan Linmas Kota Magelang, Camat Magelang Selatan, Danposramil Magelang Selatan, Lurah Magersari dan Rejowinangun Selatan, Ketua Pemuda Pancasila Kota Magelang Purwoyoko alias Ipung dan Martono serta Ketua GPK Aliansi Kota Magelang Zaenal Arifin beserta 3 orang anggotanya, Tokoh Masyarakat Kampung Paten Gunung, begitu juga tokoh Kampung Tidar Baru Kota Magelang. Paling utama adalah dua keluarga pemuda yang diduga penyebab perselisihan Keluarga Tyok maupun Jonet.

4 Butir Deklarasi Perdamaian

Mediasi yang dikawal langsung oleh Kapolres, Dandim, PJU Polres Magelang Kota, Sekda Kota Magelang beserta OPD terkait dan juga tokoh masyarakat diakhiri dengan jabat tangan perdaimaian anggota dari kedua ormas yang sempat berseteru, serta pembacaan deklarasi perdaimaian yang isinya:

1. Bahwa kami sebagai masyarakat Kota Magelang bersama - sama akan menjaga situasi kamtibmas diwilayah Hukum Polres Magelang Kota yang aman, tertib dan kondusif.

2. Bahwa kami akan mengendalikan kelompok masyarakat untuk menjaga persatuan dan persaudaraan sebagai anak bangsa yang bernaung dibawah NKRI.

3. Kami sebagai anggota masyarakat untuk tidak ikut penyebaran hoaks yang berbau sara dan akan melakukan cek kebenaran, dengan bekeja sama kepada pihak - pihak yang berkepentingan.

4. Permasalahan - permasalahan yang menimbulkan tindak pidana akan kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian sesuai dengan peraturan perundang - undangan. (Eko Triono)