FKUB Kota Medan Pelajari Sistem Sinergitas FKUB Kota Salatiga -->

code ads


FKUB Kota Medan Pelajari Sistem Sinergitas FKUB Kota Salatiga

Friday, April 26, 2019
Drs. H. Ilyas Halim selaku Ketua FKUB Kota Salatiga saat menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya beserta jajaran FKUB Kota Medan dan perwakilan Pemkot Medan melakukan studi banding tentang sistem sinergitas FKUB dan Pemerintah Kota Salatiga, di rumah dinas Walikota Salatiga, Jumat (26/04/2019). (Foto: dok. istimewa/Oky-KHM)

Salatiga, beritaglobal.net - Kota Salatiga ditetapkan sebagai kota tertoleran nomer 2 se Indonesia. Dengan keberagaman suku, etnis, agama dan budaya yang ada di Kota Salatiga, menarik minat Forum Komunikasi Umat Beragama di beberapa wilayah di Indonesia, untuk adakan studi banding.

Setelah terakhir menerima perwakilan Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama FKUB Kabupaten Majalengka, Kota Salatiga menerima kehormatan untuk dari kunjungan FKUB Kota Medan, Jumat (26/04/2019).

Kedatangan rombongan FKUB Kota Medan dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Kota Medan, Drs. H. Ilyas Halim, diterima Walikota Salatiga H. Yuliyanto, S.E., M.M., bersama Ketua FKUB Kota Salatiga, Drs. Noor Rofiq beserta jajaran pengurus, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agung Nugroho, S.Sos., M.M., di rumah dinas Walikota, Jalan Diponegoro No. 1, Kota Salatiga.

Keunggulan FKUB Kota Salatiga, dengan kota - kota lain, dirasa tepat oleh H. Ilyas Halim untuk dijadikan tolok ukur peningkatan kerukunan masyarakat Kota Medan.

"Alhamdulillah kami dari Medan mendarat di Yogyakarta, menuju ke Kota Semarang dan kami perkenalkan rombongan kami diantaranya Pendeta Martin Manulang Sekretaris FKUB, Halim Hasibuan wakil sekda Kota Medan, Dr. H. Himpun Siregar Kakan Kemenag Kota Medan, Dr. Zulkarnaen Wakil Sekretaris FKUB Kota Medan, pak Ridwan perwakilan Walubi Kota Medan, Dr. Salih Putra perwakilan Kanwil Kemenag Sumatera Utara, dan terakhir adalah Dr. KH. Hasan Maksum selaku kyai kami dan bendahara FKUB Kota Medan," jelas Haji Ilyas.

"Kota Medan memiliki penduduk yang besar dari 21 Kecamatan, sejumlah lebih kurang 3 juta bila siang dan 2 juta bila malam," gurau Haji Ilyas.

Haji Ilyas, berharap bahwa dirinya dan rombongan dari Kota Medan, mendapatkan masukan dari Walikota Salatiga dan FKUB Kota Salatiga atas kiat - kiat menjadikan Kota Salatiga sebagai Kota toleran nomor 2 se Indonesia.

Selepas Ketua FKUB Kota Medan memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangannya beserta rombongan, Walikota Salatiga Yulianto, S.E., M.M., memberi sambutan dengan menyampaikan selayang pandang tentang Kota Salatiga dan sejarah singkat berdirinya FKUB Kota Salatiga.

"Ada 3 poin penting sebagai modal utama yang diterapkan di Salatiga, adalah Tri Fungsi Salatiga," ungkap Yuliyanto.

Diterangkan lebih lanjut oleh Yuliyanto dari Tri Fungsi Salatiga, pertama adalah pendidikan, kedua kesehatan, ketiga ekonomi kerakyatan. Bersinerginya masyarakat di Kota Salatiga antar suku, etnis, dan agama yang berbeda - beda salah satunya adalah seringnya melakukan sosialisasi dan diskusi atau musyawarah mufakat dengan kepala yang dingin.

"Memberi kesadaran kebhinekaan dan peran penting dengan bekerjasama kepada tokoh - tokoh masyarakat, tokoh pemuka agama, tokoh pemuda, serta para mahasiswa - mahasiswi dari beberapa universitas berbeda di Kota Salatiga, diantaranya IAIN, Satya Wacanna dan STIE AMA," tandas Yuliyanto dan kemudian mempersilahkan rombongan perwakilan pemerintah dan FKUB Kota Medan, untuk melakukan diskusi kepada FKUB Kota Salatiga.

Selepas sambutan dari Walikota Salatiga, Ketua FKUB Kota Salatiga Drs. Noor Rofiq, memberikan paparan singkat tentang sejarah awal berdirinya FKUB Kota Salatiga yang awalnya bernama Majelis Puasa.

Noor Rofiq, tidak lupa memperkenalkan seluruh jajaran pengurus FKUB Kota Salatiga dengan sedikit selingan gurauan yang mengundang gelak tawa seluruh peserta studi banding dari Kota Medan.

Penyerahan cindera mata dari Ketua FKUB Kota Medan kepada Ketua FKUB Kota Salatiga.
Secara terpisah, saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agung Nugroho, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa, "Kunjungan ini adalah yang kesekian kali dari daerah lain di Salatiga, ada dari Bangkalan, Sumatera Tengah, Majalengka. Ini tidak lepas dari prestasi bapak Walikota dan Wakil Walikota Salatiga dalam menjalin sinergitas dengan FKUB," ungkap Agung.

Dirinya menyebut bahwa pembinaan dan pengembangan ormas adalah bagian dari tugas institusi yang dipimpinnya.

Acara tersebut dihadiri pula oleh jajaran Forkompinda Kota Salatiga, perwakilan Kapolres Salatiga, perwakilan Komandan Kodim 0714/Salatiga. Pada kesempatan acara ramah tamah, dilakukan saling tukar menukar cindera mata antar FKUB Kota Salatiga dan FKUB Kota Medan. (Oky/KHM)