Kauman Kidul Dicanangkan Sebagai Kampung KB Unggulan atau Central of Excellent Kampung KB di Kota Salatiga Tahun 2019 -->

code ads


Kauman Kidul Dicanangkan Sebagai Kampung KB Unggulan atau Central of Excellent Kampung KB di Kota Salatiga Tahun 2019

Wednesday, April 24, 2019
Walikota Salatiga Yuliyanto, S.E., M.M., menerima kalungan bunga dari seorang anak di RW V Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, saat mencanangkan RW V Kauman Kidul menjadi Kampung KB Unggulan atau Cemtral of Excelllent. (Foto: dok. Humas Pemkot Salatiga)

Salatiga, beritaglobal.net - Walikota Salatiga, Yuliyanto, S.E., M.M., meresmikan Pencanangan Kampung KB Kauman Kidul sebagai Kampung KB Unggulan atau Central of Excellent (COE) Kampung KB di Kota Salatiga Tahun 2019, Rabu (24/04/2019).

Yulianto memberikan apresisasi dan ucapan selamat atas diresmikannya Kampung KB Kauman Kidul sebagai Kampung KB Unggulan. Ia berharap keberadaan Kampung KB Unggulan ini mampu meningkatkan kualitas kampung KB melalui peningkatan sinergitas pelaksanaan pembangunan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan sektor terkait bersama dengan mitra kerja.

Pemukulan kentongan sebagai tanda dicanangkannya RW V Kelurahan Kauman Kidul sebagai Kampung KB Unggulan.
“Dengan adanya kampung KB unggulan di Kauman Kidul ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen semua perangkat daerah dan dapat memberikan inspirasi, motivasi dan mampu menjadi contoh bagi kampung KB yang lainnya,” tandas Walikota.

Di Kota Salatiga, Kampung KB pertama kali dicanangkan pada bulan April 2016 dan hingga saat ini sudah ada lima lokasi, yakni RW V Bonorejo Kelurahan Blotongan, RW IV Sawahan Kelurahan Kecandran, RW IV Ngronggo Kelurahan Kumpulrejo, RW V Surowangsan Kelurahan Kauman Kidul dan RW V Krajan Kelurahan Tingkir Lor.

"Berdasarkan UU Nomer 52 Tahun 2009 tentang Pembangunan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, bahwa penduduk harus menjadi sentral dalam pembangunan berkelanjutan dan pembangunan terencana segala bidang yang salah satu wujud kongkritnya adalah pembentukan Kampung KB," ujar Yulianto.

"Kampung KB merupakan lokus dari upaya pemerintah untuk membangun keluarga yang sejahtera, tidak hanya dimaknai sebagai upaya pengendalian kelahiran, tetapi juga membangun kesadaran setiap keluarga agar memiliki dukungan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan yang memadai," imbuh Yulianto.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Salatiga, Sri Sarwanti, SH, menambahkan bahwa dari lima kampung KB tersebut, yang layak menjadi COE atau kampung KB unggulan adalah kampung KB di RW V Kauman Kidul. Kriteria kampung KB unggulan adalah tingkat partisipasi masyarakat tinggi,mingkatnya jumlah peserta KB, meningkatnya institusi masyarakat serta pusat informasi dan konseling remaja dan meningkatnya peran lintas sektoral.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Wagino, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa, permasalahan utama di lapangan sejak dicanangkannya kampung KB adalah tidak adanya kegiatan yeng berkelanjutan setelah pencanangan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya pemahaman pemangku kepentingan di setiap level akan konsep kampung KB serta tidak adanya penggerak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kampung KB, utamanya adalah tidak adanya dukungan dari lintas sektor.

“Pastikan semua warga di Kampung KB ini memiliki e-KTP, KK, akte kelahiran, BPJS dan tidak ada remaja putri usia di bawah 16 tahun yang menikah,” tegas Wagino.

Dikatakannya bahwa, kampung KB unggulan adalah kampung KB yang sudah mengimplementasikan program pemerintah, yaitu mempunyai inovasi strategis dan menjalankan semua program KKBPK secara utuh yang melibatkan semua stakeholder dan bersinergi dengan mitra kerja,baik pemerintah maupun swasta.

”Dengan dicanangkannya kampung KB Kauman Kidul sebagai Kampung KB Unggulan agar berbagai program yang telah berhasil di kampung KB ini bisa menjadi contoh bagi kampung KB lain di Salatiga maupun luar daerah. Yang luar bisa di Kota Salatiga dan saya berharap daerah lain ikut mencontoh Kota Salatiga adalah, Pemerintah mampu menekan angka kematian ibu akibat melahirkan. Selama tahun 2018, tercatat hanya tiga kasus kematian ibu, 20 kematian bayi dan 23 kematian balita. Ini luar biasa jika dibanding dengan daerah-daerah lain. Dan hanya perguruan tinggi di Salatiga, yakni IAIN yang mengajarkan pra nikah dan paca nikah kepada mahasiswanya, bahkan menjadi mata kuliah wajib,” ungkap Wagino. (Fera Marita)