Korban Tertimbun Tanah Longsor di Brongkol Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan -->

code ads


Korban Tertimbun Tanah Longsor di Brongkol Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

Wednesday, April 3, 2019
Tim medis dari Puskesmas Kecamatan Jambu bersama anggota Polsek Jambu, anggota Koramil 11/Jambu dan warga setempat, mengevakuasi jenazah korban dan lakukan pemeriksaan awal di rumah salah seorang warga, di Dusun Gembongan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. (Foto: dok. istimewa/SND)
Ungaran, beritaglobal.net - Telah diberitakan sebelumnya, tentang peristiwa tanah longsor di Dusun Gembongan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, pada Kamis (04/04/2019) dini hari, menyebabkan rumah milik Maryaman rusak berat dan menyebabkan Daryati (30) menjadi korban meninggal dunia pada peristiwa nahas tersebut.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono menyampaikan bahwa, setelah dilakukan proses pencarian dari Tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Jambu, anggota Koramil 11/Jambu, BPBD Kabupaten Semarang dan warga setempat, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kondisi tebing yang longsor di RT 01 RW 05, Dusun Gembongan, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu.

"Korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Berdasar pada kesaksian warga peristiwa terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi," ungkap Iptu Budi melalui pesan WhatsApp.

Ditambahkan oleh Iptu Budi bahwa terjadinya tanah longsor adalah di Dusun Gembongan RT 01 RW 05, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh Suranto (39), dan diamini oleh Wiyono (40) serta Astiyah (35) yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban.

Baca juga: Breaking News: Tanah Longsor Timpa Sebuah Rumah di Brongkol, 1 Korban Meninggal

"Menurut keterangan saudara Suranto bahwa sekitar pukul 03.00 WIB, dirinya mendengar suara gemuruh di sertai dengan hujan. Suranto langsung keluar rumah menuju ke suara tersebut, ternyata telah terjadi tanah longsor dan menimpa rumah. Saat itu juga, Suranto bersama warga lainnya langsung memberikan bantuan dan melaporkan peristiwa ini ke aparat desa setempat," imbuh Iptu Budi.

Berdasar pada pengamatan awal Tim SAR gabungan, kejadian tanah longsor tersebut terjadi disebabkan karena hujan deras sejak Rabu (03/04/2019) malam, kultur tanah yang gembur dan kurang sempurnanya saluran pembuangan air.

"Tebing yang longsor memiliki dimensi, tinggi sekitar 15 meter dan panjang sekitar 30 meter, selain menyebabkan 1 orang meninggal dunia, kerugian materi akibat peristiwa tanah longsor ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," tandas Iptu Budi Supraptono. (Vitri/Rie)