Kembangkan Jamu Tradisional, Kades Jombor Targetkan Tanam Rempah Diseluruh Lahan Kosong Desanya -->

code ads


Kembangkan Jamu Tradisional, Kades Jombor Targetkan Tanam Rempah Diseluruh Lahan Kosong Desanya

Saturday, May 11, 2019
Kades Jombor H. Darso tunjukkan produk jamu tradisional olahan warga Desa Jombor, sebagai salah satu produk unggulan UKM, dalam bazar memperingati hari Kartini dan sambut bukan suci Ramadhan 1440H/2019M di halaman SDN Jombor, Desa Jombor Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/05/2019). (Foto: dok. istimewa/ASB)

Ungaran, beritaglobal.net - Masuki bulan ke 3 pasca pelantikan Kepala Desa Jombor Sudarso (59), mulai aktif lakukan pembenahan sektor perekonomian warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Dalam memulai program peningkatan ekonomi Desa, H. Darso bersama dengan Tim Penggerak PKK Desa Jombor, selenggarakan bazar Peringati Hari Kartini dan menyambut Bulan Ramadhan 2019, sejak Sabtu (11/05/2019) hingga Minggu (12/05/2019) di halaman SD N Jombor, tepatnya di samping gedung Balai Desa Jombor.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net disela - sela acara bazar, Kades Jombor yang juga seorang purnawirawan TNI AD tersebut mengharapkan bahwa perekonomian di Desa Jombor dapat meningkat, khususnya dari pemberdayaan keluarga melalui kegiatan - kegiatan di Tim Penggerak PKK.

"Kami harap ekonomi warga dapat lebih meningkat lagi, khususnya dari program pemberdayaan keluarga melalui TP PKK Desa," ungkap Darso.

Suasana bazar di halaman SDN Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/05/2019). (Foto: dok. istimewa/ASB)

Disampaikan lebih lanjut oleh Darso, bahwa acara bazar dalam rangka peringati hari Kartini dan menyambut datangnya bulan Islam Ramadhan. Produk unggulan dari warga Desa Jombor adalah aneka jamu instant yang dibuat dari bahan - bahan alami, selain makanan ringan seperti aneka peyek, kue kering dan makanan ringan lainnya.

"Saya targetkan, untuk lahan kosong di wilayah Desa Jombor, dapat ditanami tanaman obat, sebagai bahan baku jamu, dan berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Semarang untuk alokasi anggaran pengembangan ke depan, dan pihak swasta dalam membantu dukungan permodalan serta pangasa pasar," tandasnya.

Tak beda dengan Darso, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Jombor Qoli Diah Darso menuturkan, bahwa bazar ini adalah pertama kalinya di adakan di Desa Jambu. Setidaknya ada 12 stand pedagang dengan produk terjual paling banyak adalah minyak goreng, kemudian jamu tradisional dan aneka keripik.

"Semoga warga, khususnya ibu - ibu rumah tangga di Desa Jombor terbantu dengan bazar perdana ini. Kami dari TP PKK, mengharapkan kedepannya setiap keluarga di Desa Jombor menjadi keluarga berdaya," ungkapnya.

Qoli Diah menandaskan bahwa acara kali ini hanya digelar selama dua hari, dengan adanya hiburan musik angklung di hari terakhir.

Secara terpisah, seorang peserta bazar Winarni warga RT 02 RW 05 Desa Jombor, menjelaskan tentang produk jamu instant buatannya dibuat dari bahan alami dengan proses pengeringan tradisional.

"Jamu ini semua kita buat dari bahan alami, dengan proses kristalisasi dari bahan - bahan alami. Saat ini kami telah membuat 7 jenis jamu, dan kendala sementara ini adalah ketersediaan bahan baku. Sekarang kami beli di pasar, harga nya sudah tinggi," pungasnya. (Agus S/Red)