Puluhan Korban BLUD RSUD Salatiga "Gerudug" DPRD Kota Salatiga -->

code ads


Puluhan Korban BLUD RSUD Salatiga "Gerudug" DPRD Kota Salatiga

Monday, May 13, 2019
Ketua DPRD Kota Salatiga M. Teddy Sulistio, S.E., didampingi anggota Komisi A, Direktur RSUD Kota Salatiga dan kuasa hukum korban di ruang Bhineka, DPRD Kota Salatiga, Senin (13/05/2019). (Foto: dok. istimewa/FMA)

Salatiga, beritaglobal.net - Puluhan korban penipuan perekrutan pegawai non PNS RSUD Kota Salatiga yang dilakukan oleh BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) hari ini Senin (13/05/2019), 'gerudug' DPRD Kota Salatiga.

Di dampingi kuasa hukumnya, Bambang Tri Wibowo, S.H., dari kantor pengacara Bambang Tri Wibowo dan rekan, sebanyak lebih kurang 29 orang korban dugaan penipuan melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Salatiga, M. Teddy Sulistio, S.E.

Rombongan diterima oleh Ketua DPRD, Teddy Sulistio, Direktur RSUD Salatiga, Pamuji Eko, Ketua Komisi A DPRD, Bambang Riantoko di ruang Bhineka Kantor DPRD Kota Salatiga, Jalan Sukowati No. 51, Salatiga, audiensi berjalan damai sejak pukul 09.00 WIB.

Menurut kuasa hukum para korban, Bambang Tri Wibowo, kliennya sudah menyetorkan uang puluhan juta kepada Sulistyorini (telah meninggal) sebagai syarat penerimaan pegawai BLUD di RSUD Kota Salatiga.

"Uang yang disetorkan klien kami bervariasi tergantung jenjang pendidikannya. Dan pemberkasan sudah dilakukan sejak 17 Desember 2018 dan dijanjikan akan keluar SK, Maret 2019. Namun sampai sekarang SK belum turun dan tidak ada kepastian dari pihak Sulistyorini," ujar Bambang.

Diektur RSUD, Pamuji Eko memang membenarkan bahwa RSUD telah melakukan rekruitmen pegawai bulan September 2018 lalu.

"Pihak kami memang melakukan rekruitmen tahun kemarin. Tapi kami bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu UNES dalam melakukan rekruitmen. Jadi dari penerimaan dan pemberkasan sampai pengumuman semua dari pihak UNES. Jika ada oknum yg meminta uang itu diluar dari kewenangan pihak RS," papar Pamuji dihadapan peserta audiensi.

Ketua DPRD, Teddy Sulistio sendiri menghimbau agar masalah ini segera terselesaikan karena sudah merugikan banyak pihak dan sudah mencatut nama RSUD Kota Salatiga.

"Organisasi sebesar RSUD harus ditertib kan. Nanti kita bersama komisi 1, pihak RSUD dan inspektorat akan membenahi RSUD, agar tidak ada lagi pencatutun nama RSUD oleh pihak pihak tidak bertanggung jawab. Dan untuk para korban kita turut prihatin. Silahkan diselesaikan secara hukum. Tuntut pihak pihak yang terlibat. Kedepannya juga harus berhati hati dalam menerima informasi penerimaan pegawai. Kroscek langsung jangan asal percaya," tukas Teddy. (Fera Marita)