Kantor ATR/BPN Salatiga Gelar Sosialisasi Konsolidasi Tanah Tahap 3 Di Kauman Kidul, Sumanto: Program Konsolidasi Tanah Dari Rakyat Kembali ke Rakyat

Iklan Semua Halaman

Kantor ATR/BPN Salatiga Gelar Sosialisasi Konsolidasi Tanah Tahap 3 Di Kauman Kidul, Sumanto: Program Konsolidasi Tanah Dari Rakyat Kembali ke Rakyat

Tuesday, June 18, 2019
Drs. Sumanto, S.H., selaku Kepala Kantor ATR/BPN Salatiga saat memaparkan Program Konsolidasi Tanah tahp 3 tahun anggaran 2019 didampingi oleh Kanit 3 Satreskrim Polres Salatiga Iptu Kusyono, S.H., M.H., dan Lurah Kauman Kidul Juwandi, S.E., di aula Kantor Kelurahan Kauman Kidul, Jalan Ki Getas No. 13, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Selasa (18/06/2019). (Foto: dok. istimewa/FMA) 

Salatiga, beritaglobal.net – Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kantor ATR/BPN Kota Salatiga kembali menggelar sosialisasi terkait program Konsolidasi Tanah tahap 3 tahun anggaran 2019 di wilayah Kelurahan Kauman Kidul. Sosialisasi awal Konsolidasi Tanah yang masuk dalam program reforma agraria (Land Reform) tahap 3 kali ini diselenggarakan di aula kantor kelurahan Kauman Kidul Jalan Ki Getas No. 13, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Sosialisasi ini dihadiri Pemkot Salatiga yang diwakili oleh Lurah Kauman Kidul Juwandi, S.E., Pelda Bahroddin dari Koramil 01/Kota Kodim 0714/Salatiga, Kapolres Salatiga diwakili oleh Kanit 3 Satreskrim Polres Salatiga Iptu Kusyono, S.H., M.H., dan setidaknya 180 warga Kauman Kidul yang tanahnya masuk dalam konsolidasi tanah tahap 3 tahun anggaran 2019. 

Peserta sosialisasi Konsolidasi Tanah tahap 3 tahun anggaran 2019 di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. (Foto: dok. istimewa/FMA)
Kepala Kantor ATR/BPN Salatiga, Drs. Sumanto, S.H., mengatakan bahwa sejatinya program konsolidasi tanah ini adalah dari rakyat dan akan kembali ke rakyat. "Negara hanya memfasilitasi saja, dan bisa dilihat bahwa sejak konsolidasi tanah tahap 1 tahun 2017 dan tahap 2 tahun 2018 kemarin, masyarakat Kauman Kidul sudah banyak merasakan manfaatnya. Pada tahun 2019 ini merupakan tahap lanjutan untuk menjadikan Kauman Kidul sebagai desa Agrowisata," papar Sumanto.

Lebih lanjut dikatakan Sumanto bahwa setelah sosialisasi ini maka akan dilakukan pengukuran dan pematokan batas tanah untuk selanjutnya di serahkan kepada pokja agar bisa di musyawarahkan dengan warga tentang desain penataannya. Setelah musyawarah dari seluruh warga peserta Konsolidasi Tanah tahap 3 dicapai kata sepakat, maka ATR/BPN Salatiga akan segera melakukan pengukuran ulang dan pembuatan desain tata letak lahan yang baru untuk selanjutnya diterbitkan sertifikat baru sesuai dengan hasil Konsolidasi Tanah secara musyawarah mufakat. Jika semua sudah disetujui maka BPN akan mengajukan ke Pemkot Salatiga untuk segera dilakukan pembangunan infrastruktur.

Program Konsolidasi Tanah tahap 3 tahun anggaran 2019, ditargetkan olehnya dapat selesai pada bulan Desember 2019 mendatang. "Target kita bulan Desember 2019 ini semua sudah selesai. Supaya Kauman Kidul ini segera tertata dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakatnya," papar Sumanto kepada beritaglobal.net, selepas acara sosialisasi.

Dukungan program Konsolidasi Tanah tahap 3, datang dari semua pihak, diantaranya adalah Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono yang diwakili oleh Kanit 3 Satreskrim Polres Salatiga Iptu Kusyono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Polres Salatiga mendukung sepenuhnya program ini dan sangat terbuka bagi masyarakat melalui pokja dalam hal teknis pelaksanaan koordinasi dan konsultasi.

"Konsolidasi tanah ini sangat baik karena tidak hanya ditata dan disertifikatkan tetapi juga dibangunkan sarana dan prasarana serta fasilitas wisata untuk kebaikan warga kedepan.  Polres sangat mendukung program ini supaya Kauman Kidul menjadi maju dan menjadi percontohan di Salatiga," ujar Iptu Kusyono mewakili.

Sementara itu, warga Kauman Kidul menyambut dengan sangat antusias konsolidasi tanah tahap 3 ini karena memang sudah dirasakan hasil yang menguntungkan dari program tahap 1 dan 2 sebelumnya.

"Sebagai warga sangat  setuju dan mendukung sekali. Karena terbukti bisa menghidupkan perekonomian warga. Hanya saja infrastruktur masih perlu disentuh oleh Pemkot. Warga sudah suka rela memberikan sebagian tanahnya, makanya Pemkot seharusnya juga mempercepat pembangunan infrastrukturnya. Biar lebih greget. " ujar Sarmin salah satu peserta Konsolidasi Tanah tahap 3 tahun anggaran 2019. (Fera Marita)