Romansa Kuliner Malam Salatiga, Citarasa Aneka Kopi di Indie Coffee -->

code ads


Romansa Kuliner Malam Salatiga, Citarasa Aneka Kopi di Indie Coffee

Saturday, July 6, 2019
Indie Coffee satu lagi tempat kongkow di Kota Salatiga, dari hasil kreativitas anak - anak muda.

Salatiga, beritaglobal.net - Aneka ragam kuliner di Kota Salatiga, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang sekedar transit di Salatiga atau bahkan berkunjung untuk beberapa waktu di Kota Salatiga.

Dalam satu dekade terakhir, telah banyak perubahan Kota Salatiga, pertumbuhan pesat perguruan tinggi di Kota Salatiga, telah menciptakan tumbuhnya insan - insan muda kreatif.

Salah satu insan muda kreatif adalah Luqman Hakim salah satu owner Indie Coffee, yang belum lama ini, tepatnya Senin (01/07/2019) membuka brand kedai kopi bersama sahabatnya di Jalan Kyai Hasyim No. 7 tepatnya di RT 03 RW 01 Cabean, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Saat berbincang dengan beritaglobal.net, seraya menyajikan secangkir kopi robusta dari wilayah asalnya, Temanggung, secangkir Vietnam Drip semakin terasa nikmat.

Seraya berseloroh, Luqman menjelaskan bahwa nama varian menu di Indie Coffee terkesan kebarat - baratan, namun soal harga tetap cita rasa lokal yang sangat terjangkau oleh kantong mahasiswa.

"Varian kopi disini kami banderol harga dari mulai Rp 3 ribu hingga Rp 12 ribu saja mas," kata Luqman Hakim (25) saat berbincang dengan beritaglobal.net belum lama ini.

Indie Coffee dibuka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga pukup 23.00 WIB. "Single Origin dan Espreso Base, adalah unggulan kami dalam meracik aneka kopi dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Temanggung, Magelang, Wonosobo, Salatiga, Toraja dan Aceh,"  imbuhnya.

"Untuk cara penyajiannya yakni French Press, VGO dan Tubruk," terangnya lagi.

Dijelaskannya, Single Origin yang disajikan di Indie Coffee yakni Arabica, Robusta dan sepsial menu. Sedangkan untuk Espresso Base yakni Espresso, Capucino, Americano dan Coffee Latte. Penyajiannya bisa panas ataupun dingin.

Jamal (28) salah satu pengunjung, mengaku puas dengan penyajian kopi di Indie Coffee, yang menurutnya citarasa lokal sangat terasa di sajian kopi Indie Coffee meski varian menunya ala Eropa.

"Kopi ditempat ini rasanya tak kalah dengan tempat lainya yang mungkin jauh lebih mahal harganya. Serasa ngopi dirumah sendiri, sajian kopi berkelas dengan harga pelajar," ucapnya.

Bagi para penikmat kopi, Indie Coffee bisa menjadi satu alternatif tempat kongkow baru di Kota Salatiga. (Agus S)