Delapan Pertunjukkan Dalam Sehari Meriahkan Merti Dusun Krajan - Temanggung

Iklan Semua Halaman

Delapan Pertunjukkan Dalam Sehari Meriahkan Merti Dusun Krajan - Temanggung

Sunday, August 18, 2019
Ribuan pengunjung padati pagelaran musik dangdut dalam acara Merti Dusun Krajan, Desa Wonokerso, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, berpadu dalam acara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019. (Foto: dok. istimewa/RTM)

Temanggung, beritaglobal.net - Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 di Dusun Krajan, Desa Wonokerso, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, tercermin dari terselenggaranya berbagai ragam kesenian tradisional dan pagelaran dangdut dalam satu hari penuh, Minggu (18/08/2019).

Pemasangan umbul - umbul, penyelenggaraan serangkaian lomba, pagelaran pentas seni dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019, dikemas apik oleh masyarakat Dusun Krajan, bersamaan dengan acara Merti Dusun.

Pementasan seni tradisional seperti wayang kulit, kuda lumping, gedruk, prajuritan, hingga pementasan dangdut yang didatangkan dari luar desa dan luar kota, diawali dengan pawai warga mengelilingi desa di pagi hari.
Penampilan seni budaya dalam acara Merti Dusun Krajan, Desa Wonokerso, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, berpadu dalam acara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019. (Foto: dok. istimewa/RTM)
Triyuli Pemiluwanto selaku Kepala Desa Wonokerso (54), saat dikonfirmasi beritaglobal.net, disela - sela acara di Lapangan Desa Wonokerso menjelaskan, "Kegiatan ini di gelar untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia, selain itu juga merupakan merti dusun sebagai wujud rasa syukur kami kepada Tuhan YME atas karunia yang diberikan   selama ini. Kegiatan ini diprakarsai oleh pemuda Desa Wonokerso, khususnya Dusun Krajan ini," ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, bahwa Kegiatan ini merupakan hajat warga Dusun Krajan. Kami menghadirkan kesenian kuda lumping dari Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat yang merupakan tetangga desa Wonokerso. Wayang kulit didatangkan dari Yogyakarta, sedangkan dangdut sendiri dari Group Dangdut Irlanda Semarang.

Seluruh pihak turut aktif terlibat dalam suksesnya acara ini. Dalam hal keamanan, turut andil secara aktif dari jajaran Polsek Pringsurat, jajaran Koramil Pringsurat, Linmas Desa Wonokerso, ormas Pemuda Pancasila, Banser dan ada juga komunitas - komunitas yang dengan senang hati membantu menjaga keamanan.

Sementara itu, Badrodin (39) yang tak lain adalah Ketua Karang Taruna Dusun Krajan, saat mendampingi Triyuli Pemiluwanto, menyampaikan, "Melihat begitu tingginya antusias warga baik dari desa kami maupun desa lain, maka kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu untuk menjaga keamanan dan ketertiban hingga hiburan berlangsung aman, mengingat seringnya terjadi tawuran ketika ada hiburan semacam ini. Karena bantuan dari berbagai pihak, acara berlangsung aman," ungkap Badrodin.

Atas semua rangkaian acara meriah ini, Siti Ambarwati (36), salah satu warga yang di temui beritaglobal.net, diantara ribuan penonton yang memadati lapangan saat menonton pagelaran musik dangdut mengaku senang dengan adanya pagelaran berbagai macam kesenian dan hiburan musik dangdut tersebut.

"Tadi saya sudah melihat kesenian kuda lumping yang ada di sebelah lapangan ini, bersebelahan juga dengan panggung kesenian gedrug, agak ke barat ada panggung wayang, karena memang ada delapan panggung, sekarang melihat dangdut di lapangan ini, sekalipun panas matahari menyengat siang ini dan harus berdesakan dengan penonton lainnya," pungkasnya. (Ratmaningsih)