Kecelakaan Tunggal di Jalan TOL Bawen - Salatiga Km 455,8 Renggut Tiga Korban Jiwa

Iklan Semua Halaman

Kecelakaan Tunggal di Jalan TOL Bawen - Salatiga Km 455,8 Renggut Tiga Korban Jiwa

Monday, September 30, 2019
Kondisi mobil sedan Honda Accord yang mengalami kecelakaan tunggal dengan menewaskan tiga penumpangnya di ruas A TOL Bawen - Salatiga Km. 455,8 di wilayah Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo, Kecamatan, Pabelan, Minggu (29/09/2019). (Foto: dok. Humas Polres Semarang)

Ungaran, beritaglobal.net - Kecelakaan maut di Jalan Tol Bawen - Salatiga kembali terjadi, kali ini menimpa keluarga Yuda Yuwana (37), warga Dusun/Desa Mranggen RT 02RW 05, Kecamatan Polokerto, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (29/09/2019) siang kemarin.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Kasat Latas Polres Semarang melalui Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi, S., menyampaikan bahwa kecelakaan tunggal di ruas jalan tol Bawen - Salatiga Km. 455,8, tepatnya di barat Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, menewaskan 3 orang penumpang mobil sedan Honda Accord warna merah dengan nopol AD 8219 LB.

"Kecalakaan tunggal menimpa sebuah sedan Honda Accord dengan penumpang 4 orang yang masih satu keluarga, 3 diantaranya meninggal dunia karena luka cidera di leher," ungkap Iptu Budi.

Adapun dijelaskan lebih lanjut oleh Iptu Budi, kronologi terjadinya peristiwa nahas tersebut, terjadi hari Minggu (29/09/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

"Mobil sedan Honda Accord dengan nopol AD 8219 LB berjalan dari Tol Bawen menuju Salatiga tepatnya di KM 455.800 jalur A, yang masuk wilayah Dusun Kalangan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, sesampainya di tempat kejadian oleng kekanan dan menabrak median jalan sehingga terjadilah laka lantas tunggal," imbuh Iptu Budi.

Dijelaskannya bahwa korban meninggal adalah Yuda Yuwana (37), Fiko Niyam Fahlefi (4), dan Sadinem (60) dan korban luka adalah Reni Lidiastuti (29). Keempat penumpang nahas tersebut adalah warga Dusun/Desa Mranggen RT 02RW 05, Kecamatan Polokerto, Kabupaten Sukoharjo. Sementara itu, kerugian materi, diperkiraan capai jutaan rupiah.

Sementara itu, dari informasi dihimpun di sekitar lokasi, saksi mata yang kebetulan melintas di atas jembatan penyeberangan orang (JPO), Purjiyem (60) menuturkan jika dirinya dikagetkan oleh suara decit roda dan dentuman.

"Saya kaget pas lewat di jembatan penyeberangan, sepulang dari sawah. Ada suara ciittt...dan brak. Saya lihat ke arah suara, mobil sedan warna merah sudah ringsek atapnya. Tapi ya gimana, namanya jalan tol kan warga ndak bisa menolong," pungkasnya. (Agus S)