Slogan Unik Dusun Candi Jadi Semangat Warga Lestarikan Budaya

Iklan Semua Halaman

Slogan Unik Dusun Candi Jadi Semangat Warga Lestarikan Budaya

Friday, September 27, 2019
Pagelaran Tari Soreng oleh warga Dusun Candi, Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, dalam rangkaian acara merti dusun, Jumat (27/09/2019). (Foto: dok. istimewa/VIP)

Ungaran, beritaglobal.net - Tina Bina Ing Nirbaya, Nirwakara Nir Ing Sambikala, slogan unik masyarakat Dusun Candi, Desa Candigaron, yang menjadi pedoman dalam nguri - uri budaya setempat, Jumat (27/09/2019).

Salam Waras menjadi hantaran ucapan warga ketika bertemu antar sesama warga di Dusun Candi, desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Desa Candigaron terdiri dari 6 dusun yaitu Dusun Jambe, Garon, Delik, Bodean, Candi, dan Semanding kemarin diramaikan oleh acara adat Merti Dusun, Dusun Candi.

Sambutan selamat datang dan pengalungan rangkaian bunga melati kepada Wakil Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., dalam membuka acara Merti Dusun Candi, Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jumat (27/09/2019). (Foto: dok. istimewa/VIP)
Dalam acara Merti Dusun Candi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, S.H., Camat Sumowono Harnoto, Lurah Desa Candigaron Margianto, serta kepala Sekolah SMP N 2 Candigaron Hargito, S.Pd., M.Pd.

Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngesti Nugroho menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Semarang sangat mengapresiasi kegiatan adat semacam ini, sebagai salah satu cara nguri - uri atau melestarikan budaya daerah setempat.

Selain itu disampaikan pula bahwa pemerintah Kabupaten Semarang, Pemda, serta DPRD juga konsisten mendukung seni budaya yang ada di Kabupaten Semarang. Bahkan tiap tahun ada bantuan hibah untuk kelompok seni yang dimulai dari the 2017 silam sebanyak 1000 kelompok seni, tahun 2018 ada 600 kelompok seni, dan tahun ini juga ada 600 kelompok seni.

"Untuk tahun ini telah dianggarkan hibah dana 10 juta rupiah setiap kelompok seni, sehingga total 6 miliar untuk 600 kelompok seni. Selain kelompok seni, ada pula anggaran untuk tempat ibadah dan TPQ dalam kaitannya membentengi anak - anak dari  pengaruh yang kurang baik," ujar Ngesti Nugraha.

Penyerahan potongan tumpeng nasi kuning oleh Kadus Candi, Eko Sugiyanto kepada Wakil Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H. (foto: dok. istimewa/VIP)
Masih di lokasi Candi, Desa Candigaron, Eko Sugiyanto selaku Kadus menjelaskan adanya merti dusun ini sebagai selamatan dan sedekah desa agar diberi keselamatan, rejeki panen berlimpah, dan kesehatan bagi masyarakatnya, sesuai kalimat TINA BINA ING NIRBAYA, NIRWAKARA NIR ING SAMBIKALA, serta perayaan bulan Sura dalam penanggalan Jawa, yang diadakan setiap Jumat Kliwon.

"Adapun anggaran dalam acara ini berasal dari swadana, warga mengumpulkan jimpitan (dana yang diwajibkan diiur warga) setiap hari per kepala keluarga 1000 rupiah selama setahun, ditambah dana sukarela yang diberikan warga ketika mendekati hari H," ungkap Eko.

Sementara camat Sumowono, Harnoto menyampaikan pula bahwa dirinya sangat mendukung acara ini, sebagai bentuk dukungannya Harnoto selalu memantau kemajuan desa, serta dusun - dusun sebagai unsur pembentuk desa dalam perkembangan tani, seni, serta kesehatan masyarakatnya.

Harnoto juga menegaskan, "Lebih giat berlatih dalam hal kesenian, jika bisa dimasukkan ke sekolah - sekolah terdekat, serta diturunkan kepada anak cucu sebagai generasi penerusnya," tutupnya. (Vitri B Prabawani)