Bawaslu Gelar Rapat Koordinasi Evaluasi Hasil Pengawasan Pemilu 2019 Bersama Media

Iklan Semua Halaman

Bawaslu Gelar Rapat Koordinasi Evaluasi Hasil Pengawasan Pemilu 2019 Bersama Media

Tuesday, October 29, 2019
Ketua Bawaslu Salatiga Agung Ari Mursito, memberikan paparan dihadapan 35 insan pers dalam acara Rakor Evaluasi Hasil Pengawasan Pemilu 2019 di hotel Grand Wahid, Salatiga, Selasa (29/10/2019). (Foto: dok. istimewa/FMA)
Salatiga, beritaglobal.net - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Salatiga menggelar rapat koordinasi evaluasi hasil pengawasan Pemilu 2019 bersama mitra kerja pada hari Selasa (29/10/2019) di hotel Grand Wahid, Jalan Jenderal Sudirman No. 2 Salatiga.

Dihadiri oleh 35 jurnalis dari berbagai media baik cetak, online maupun media penyiaran serta humas polri, Penerangan Kodim 0714/Salatiga. Dengan menghadirkan 3 narasumber sekaligus yaitu Ketua Bawaslu Salatiga, Agung Ari Mursito, Ketua PWI Salatiga Surya Yuli Purwariyanto dan Yayasan Percik Salatiga Hery Wibowo.

Disampaikan oleh Agung bahwa berdasarkan catatan Bawaslu terdapat 10.460 penertiban alat peraga kampanye dan bahan kampanye di kota Salatiga selama Pemilu 2019 kemarin.

"Ada 114 spanduk, 3.085 baliho, 2.121 atribut/bendera, 3.014 bahan kampanye serta 2.126 alat peraga lainnya yang berhasil kita tertibkan. Total keseluruhan ada 10.460. Bahkan kita pernah menangkap tangan seorang tim sukses salah satu calon yang sedang menempel sticker di jempatan bawah tol plumpungan. Karena takut orang itu langsung lari dan meninggalkan ratusan sticker yang belum tertempel," ungkap Agung.

Sementara itu Bawaslu juga menemukan 10 pelanggaran dalam Pemilu 2019 di Kota Salatiga.

"6 pelanggaran administrasi dengan pelanggaran terbanyak di wilayah Sidomukti dan Tingkir. Sementara 3 tindak pidana pemilu ditemukan di wilayah Bawaslu Kota dan 1 kasus pelanggaran hukum lain juga ditemukan di Bawaslu Kota," imbuh Agung.

Sementara itu, Hary Wibowo dari Percik Salatiga lebih menyoroti keputusan MK untuk melakukan Pemilu 2019 secara serentak. Menurut Hery dalam pemilu serentak masih ada bergaining politik terlebih dahulu antara calon presiden dan partai politik. Selain itu pemilu serentak hanya efisien dalam hal waktu pelaksanaan bukan dalam hal biaya.

Sedang dalam kaca mata media, pemilu serentak 2019 merupakan pesta media, seperti yang disampaikan ketua PWI Salatiga Surya Yuli Parwiyanto.

"Semua pemberitaan tentang pemilu pasti akan menjadi headline pemberitaan. Dan sudah tugas wartawan untuk memberitakannya, meski begitu semua wartawan harus tetap memegang kode etik jurnalistik dan harus berpegang pada prinsip 5W1H dalam setiap penulisannya," ungkap Surya.

Acara rapat koordinasi pun ditutup dengan sesi tanya jawab seputar pemilu 2019. (*)



Dilaporkan oleh : Fera Marita
Kontributor beritaglobal.net Salatiga