Penguatan Kelembagaan Dalam Pengembangan Pariwisata Modal Dasar Kampung Wisata Si Talang

Iklan Semua Halaman

Dibutuhkan Kontributor Berita Global Dot Net di Wilayah Indonesia - Ingin Gabung Kontak WA 081226637986

Penguatan Kelembagaan Dalam Pengembangan Pariwisata Modal Dasar Kampung Wisata Si Talang

Tuesday, October 29, 2019
Lomba tangkap ikan yang diikuti oleh puluhan anak - anak di Kelurahan Kauman Kidul pada acara Pahargyan Panen Agung di kawasan Si Talang. (Foto: dok. Humas Pokdarwis/MHS)

Salatiga, beritaglobal.net - Munculnya inisiasi perpaduan program Konsolidasi Tanah di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga di tahun 2017 dengan cita - cita pembangunan kawasan pertanian sebagai Agrowisata, menjadikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat bergerak cepat untuk mewujudkan Kelurahan Kauman Kidul sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Salatiga.

Sebagai upaya untuk memunculkan minat masyarakat Kota Salatiga khususnya dan provinsi Jawa Tengah umumnya berkunjung ke Kampung Wisata Agro Kauman Kidul yang di beri label Kampung Wisata Si Talang, Ketua Pokdarwis Kauman Kidul Drs. H. Rohmad, mendorong adanya upaya penguatan kelembagaan pokdarwis dari seluruh masyarakat Kelurahan Kauman Kidul.

Langkah nyata penguatan kelembagaan tersebut adalah dengan mendorong perwakilan masyarakat di masing - masing Rukun Warga (RW) di Kelurahan Kauman Kidul untuk mengikuti pelatihan - pelatihan tentang kepariwisataan.

"Kami telah menyertakan perwakilan masyarakat di Kauman Kidul dari masing - masing wilayah RW untuk mengikuti pelatihan - pelatihan tentang kepariwisataan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Budaya dan Pariwisata," ungkapnya.

Dirinya menyampaikan pula bahwa adanya indikator wisata di suatu daerah adalah destinasi dan atraksi, di Kelurahan Kauman Kidul sendiri mempunyai hal tersebut, mulai dari adanya wisata buatan berupa pasar tiban, kawasan edukasi pertanian dan perikanan, hingga upaya pelestarian seni dan budaya dari kearifan lokal setempat.

Kesenian tradisional reog sebagai satu atraksi Kampung Wisata Si Talang

"Kami sudah punya pasar tiban Si Talang, kawasan edukasi pertanian, perikanan dan UMKM, pengembangan seni budaya seperti kesenian ketoprak, reog, rodat dan permainan tradisional," imbuhnya.

Sebagai implementasi dari pelatihan - pelatihan tentang kepariwisataan, Pokdarwis Kampung Wisata Si Talang Kauman Kidul bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Prima Agung, Gabungan Kelompok Ternak (Gapoknak) Tirta Putra Agung, Sanggar Seni Rama Wijaya, Lembaga Advokasi dan Pelindungan Konsumen (LAPK) Sidak, Komunitas Pemerhati Keris Salatiga (Pamerkersa), BPN ICI Jateng, akademisi, perusahaan - perusahaan di Salatiga dan insan media, menyelenggarakan acara Pahargyan Panen Agung, pada Sabtu (26/10/2019) hingga Senin (28/10/2019) lalu.

"Kami mencoba mengimplementasikan hasil pelatihan yang kami terima dengan menyelenggarakan acara Pahargyan Panen Agung pada Sabtu, 26 Oktober hingga Senin, 28 Oktober 2019 lalu," jelas Drs. H. Rohmad yang juga seorang pengusaha konveksi di Kota Salatiga.

Dengan menggandeng semua unsur seperti pemerintah, komunitas dan LSM, masyarakat, pengusaha lokal, dan media, Pokdarwis Kampung Si Talang, Kauman Kidul berharap bahwa keberadaan Kampung Wisata mendapatkan dukungan semua pihak, ungkap Rohmad lebih lanjut.

Ekspos Produk Unggulan Lokal

Panen beras hitam dan beras merah organik sebagai produk unggulan Gapoktan Prima Agung, Kauman Kidul.

Secara terpisah, Ketua Gapoktan Prima Agung, Agus Thohirin, menyampaikan bahwa adanya Pahargyan Panen Agung, menjadikan produk - produk lokal di Kelurahan Kauman Kidul lebih bisa dikenal oleh masyarakat umum.

"Seperti harapan kami saat adanya program Konsolidasi Tanah dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Salatiga untuk pengembangan kawasan Agrowisata di Kelurahan Kauman Kidul, lebih bisa memunculkan produk unggulan lokal Kelurahan Kauman Kidul," ungkapnya.

Dijelaskan pula oleh Kang Horin, sapaan akrabnya, bahwa di Kauman Kidul terdapat produk unggulan lokal yaitu, beras merah dan beras hitam yang kesemuanya adalah produk pertanian organik.

Selain potensi pertanian, sumber daya alam lainnya yang telah ikut terekspos sebagai surga tersembunyi di Kota Salatiga, seperti sungai Sucen yang dapat digunakan sebagai arena Rafting dan River Tubing.

Program Wisata Edukasi

Sebagaimana telah diungkapkan oleh Rohmad, tokoh masyarakat Kauman Kidul Pinarno dan Sarmin, menyebut dengan adanya wisata di Kauman Kidul, memungkinkan untuk adanya wisata edukasi di Kota Salatiga.

"Dengan adanya dua universitas besar dan sekolah - sekolah unggulan di Kota Salatiga, Kampung Wisata Si Talang, dapat dijadikan alternatif wisata edukasi di Kota Salatiga," ungkap Pinarno.

Pola tanam yang dipadukan pola tradisional dan modern, memungkinkan sekolah - sekolah di Kota Salatiga, mendorong siswa - siswinya untuk dapat belajar bagaimana cara bercocok tanam dan beternak di Kauman Kidul, ungkap Sarmin yang juga salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga, melengkapi apa yang dijelaskan oleh Pinarno.

"Adanya wahana untuk penanaman karakter pada pola pendidikan dasar hingga menengah, menjadi modal untuk kami turut membantu penyelenggara pendidikan mengaplikasikan ancangan pemerintah," imbuh Sarmin.

Fatoni selaku Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat LAPK Sidak, mewakili Presiden Direktur, menyampaikan, "Dengan semua yang telah dilakukan oleh warga Kelurahan Kauman Kidul, adalah sebagai wujud dari kesadaran masyarakat untuk mendukung program berkelanjutan pemerintah melalui pengembangan Kepariwisataan," pungkasnya. (Agus S/Red)