Sempat Gagal, Eksekusi Rumah Hasil Lelang BPR di Wonosobo Berjalan Lancar Dengan Bantuan Pengamanan APH -->

code ads

Sempat Gagal, Eksekusi Rumah Hasil Lelang BPR di Wonosobo Berjalan Lancar Dengan Bantuan Pengamanan APH

Wednesday, October 30, 2019
Selama proses eksekusi berlangsung, kerabat Kiryanto mengeluarkan barang - barang dari dalam rumah di Desa Reco RT 16 RW 10, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Rabu (30/10/2019). (Foto: dok. istimewa/RTM)

Wonosobo, beritaglobal.net - Rumah Kiryanto (35), yang letaknya satu lokasi dengan tempat wisata Sinsu di Desa Reco RT 16 RW 10, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, tepatnya di perbatasan Kabupaten Temanggung - Wonosobo terpaksa harus dieksekusi oleh pihak Pengadilan Negeri Wonosobo, setelah pemohon eksekusi memenangkan gugatannya, Rabu (30/10/2019).

Eksekusi kali ini merupakan yang kedua kalinya, setelah eksekusi yang pertama, pada (28/08/2019) lalu, gagal di lakukan karena pemilik rumah mengerahkan sekitar tiga ratus orang warga setempat untuk menghalangi proses eksekusi.

Disela proses eksekusi, kepada beritaglobal.net, Ida Wahidatul Hasanah, S.H., M.H., selaku kuasa hukum Wardoyo warga Campursari RT 05 RW 02, Kecamatan Kertek pemohon eksekusi, menyatakan, "Rumah ini memang harus di kosongkan karena rumah ini sudah dilelang oleh BPR Puspa Kencana dan di menangkan oleh klien saya, Bapak Wardoyo, ini merupakan eksekusi kedua kalinya setelah sebelumnya gagal karena banyak warga datang menghalangi jalannya eksekusi, hari ini kami di bantu pengamanannya oleh aparat, sehingga berjalan lancar," ungkap Ida.

Ditambahkannya bahwa permohonan eksekusi sebenarnya sudah diajukan dari tahun 2016, tapi baru sekarang dikabulkan oleh pengadilan, saudara Kiryanto sendiri mempunyai hutang di BPR Puspa Kencana.

"Rumah seluas 652 m2 ini sebagai agunannya, karena tidak bisa menyelesaikannya, maka pihak BPR melelang dan di menangkan klien kami," imbuhnya.

Pernyataan Ida, diperkuat pula oleh Suyono (40), salah satu kerabat Kiryanto yang waktu itu turut mengemasi barang - barang di dalam rumah Kiryanto. "Memang adik saya dulu mempunyai hutang di BPR Puspa Kencana yang setahu saya jumlahnya dua ratus jutaan dan rumah ini di jadikan jaminannya, tapi saya tidak tahu kenapa rumahnya sampai di eksekusi begini," ungkap Suyono.

Meski sempat tersendat, eksekusi rumah milik Kiryanto akhirnya berjalan hingga selesai, dan saat itu dirinya tidak tampak di lokasi. Dukungan ratusan personel Polisi dan TNI dari Polres Wonosobo dan Kodim, turut membantu memberikan pengamanan selama eksekusi dari PN Wonosobo berlangsung.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Kompol Sopanah selaku Wakapolres Wonosobo, menjelaskan bahwa sebanyak tiga ratus dua puluh personil di terjunkan ke lokasi guna menjaga kondisi selama eksekusi berlangsung.

"Saya menghimbau agar keluarga ikhlas menerima dan tidak melakukan tindakan yang merugikan atau melanggar hukum di kemudian hari, eksekusi rumah saudara Kiryanto berjalan lancar hari ini," pungkasnya. (*)



Dilaporkan oleh : Ratmaningsih
Kontributor wilayah Kedu Raya