Akibat Bentrok Masa GPK dan Lindu Aji Warga Jampirejo Trauma, Meski Bentrokan Berujung Damai

Iklan Semua Halaman

Akibat Bentrok Masa GPK dan Lindu Aji Warga Jampirejo Trauma, Meski Bentrokan Berujung Damai

Saturday, November 23, 2019
Wakil Bupati Temanggung Drs. R. Heri Ibnu Wibowo (paling kanan) saat berkunjung ke kantor DPC PPP pasca bentrok masa ormas GPK dengan ormas Lindu Aji, Sabtu (23/11/2019). (Foto: dok. istimewa/RTM)

Temanggung, beritaglobal.net - Insiden bentrok masa dari dua ormas Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) dengan ormas Lindu Aji, di Jalan Jenderal Sudirman, Kowangan, Desa Jampirejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, pada Jumat (22/11/2019) sore hingga malam kemarin, telah berujung damai.

Namun, sejumlah aparat Kepolisian dari satuan Brimob, masih tampak berjaga di sekitar kantor DPC PPP, untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan.

Meski sudah ada penjagaan dari Polri dan TNI, masyarakat di sekitar lokasi bentrok masih dilanda rasa khawatir, bilamana terjadi bentrok susulan. Hal ini diungkap warga sekitar yang enggan disebut namanya pada beritaglobal.net, Sabtu (23/11/2019). "Kami, warga disini masih khawatir nanti kalau ada bentrok susulan, semalam saja sudah terlihat mengerikan karena jalan dipenuhi masa yang terlihat emosi. Untuk keluar rumah saja kami masih was - was," ungkapnya.

Jaminan Keamanan Dari Wakil Bupati

Dengan adanya rasa trauma di masyarakat sekitar lokasi bentrok, Wakil Bupati Temanggung, Drs. R. Heri Ibnu Wibowo angkat bicara serta mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.

"Saya tidak mengetahui kronologi kejadian semalam, tapi saya menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi sehingga timbul kejadian seperti semalam. Jika Temanggung ini aman, maka akan menarik investor ke kota ini, dan ini sangat menguntungkan. Sekarang keadaan sudah aman dan kondusif, dan sudah diadakan pertemuan ketua masing- masing ormas, sehingga sudah ada kesepakatan damai keduanya," ungkap Heri saat dikonfirmasi beritaglobal.net, pasca meninjau langsung kondisi kantor DPC PPP, Sabtu (23/11/2019).

Sementara itu, secara terpisah, Slamet  Eko Wantoro selaku Sekretaris DPC PPP Kabupaten Temanggung, menyampaikan bahwa pada saat bentrokan masa terjadi, kantor dalam keadaan kosong. Dan berharap bahwa bentrok masa pada Jumat malam tidak perlu dibesar - besarkan, karena sudah ada kesepakatan damai dari masing - masing pimpinan ormas dengan disaksikan langsung oleh Bupati Temanggung, Dandim, Kapolres dan perwakilan Brimob Polda Jateng.

"Kejadian semalam hanya insiden kecil yang tidak perlu di besa - besarkan. Kami selaku pemimpin kedua ormas sudah bertemu dan di hadiri bapak Bupati, Dandim, dari Polda dan sudah sepakat untuk berdamai, keadaan sekarang sudah kondusif, aman," tegasnya.

Senada dengan Sekretaris DPC PPP, Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Temanggung, Syamin, mengungkapkan bahwa bentrokan pada Jumat malam, adalah berawal dari permasalahan pribadi dengan menyebut nama ormas masing - masing. Kondisi saat ini sudah aman, dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya potensi bentro susulan.

"Semula insiden ini berawal dari masalah pribadi yang mungkin keduanya menyebut nama ormas masing - masing, hingga terjadi insiden semalam, tetapi sekarang sudah aman, hanya saja kantor masih dijaga oleh Brimob, hanya untuk mengantisipasi keadaan berikutnya," pungkasnya pada beritaglobal.net. (Ratmaningsih)