Kisah Cinta Penagih Utang Dengan Seorang Janda, Dalam Pagelaran Seni Teater Lingkar Bertajuk 'Orang Kasar'

Iklan Semua Halaman

Kisah Cinta Penagih Utang Dengan Seorang Janda, Dalam Pagelaran Seni Teater Lingkar Bertajuk 'Orang Kasar'

Sunday, November 24, 2019
Jalannya pegelaran seni 'ORANG KASAR', oleh Teater Lingkar, di Gedung Serba Guna TBRS Semarang, Sabtu (23/11/2019). (Foto: dok. Humas Teater Lingkar)

Semarang, beritaglobal.net
- Seni pertunjukan (teater) di Kota Semarang, semakin eksis dengan adanya pagelaran seni dari Teater Lingkar bertajuk 'ORANG KASAR' karya Anton Chekov di Gedung Serba Guna Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Sabtu (23/11/2019) pekan lalu.

Disampaikan oleh Rio selaku Humas Trater Lingkar kepada beritaglobal.net, Senin (25/11/2019), cerita dengan setting tahung 1980 an ini menggambarkan tentang kisah seorang janda bernama Nyonya Martopo yang ditinggal mati oleh suami tercinta dengan meniggalkan banyak utang.

"Hidup Nyonya Martopo menjadi terusik ketika datang sang penagih hutang bernama Bilal untuk menagih utang suaminya. Di sini terjadilah konflik, Si janda, yang diperankan dengan baik oleh Nanik, enggan membayar. Hal itu dikarenakan dia merasa tak pernah meminjam dan memakai uang tersebut," ungkap Rio, menjabarkan ulang jalannya pagelaran.

Perseteruan antara si janda dan Bilal, yang diperankan oleh Sindhunata Gesit Widiharto, si lelaki penagih utang itu pun terjadi. Nyonya Martopo berusaha keras untuk mengusir Bilal, bahkan sempat ingin menembaknya dengan senapan. Namun usahanya sia - sia, karena ternyata Nyonya Martopo tak bisa menggunakan senjata tersebut.

Karena merasa aneh dengan Nyonya Martopo, Bilal justru mengajari Nyonya Martopo cara memakai senjata yang benar. Alhasil karena mereka saling beradu pandang ketika belajar menembak akhirnya muncullah perasaan yang disebut jatuh cinta. Bilal, si penagih utang akhirnya jatuh cinta kepada si janda Martopo. Gejolak batin pun akhirnya hadir dalam pertunjukan ini.

"Yang menarik dan sedikit berbeda dari pementasan tersebut, tak banyak adegan komedial yang selama ini menjadi ciri khas pertunjukan Teater Lingkar. Naskah digarap dengan alur serius, dengan memperhatikan detail realis, namun masih menyisakan ciri khas Teater Lingkar, hanya setting panggung dan ilustrasi dengan memainkan aransemen musik campursari dan dangdut sejak awal pertunjukan hingga penutupan," imbuhnya.

Ditambahkan Rio, Mas Ton sang sutradara cukup piawai menggarap naskah realis dengan setting tahun 1980 an ini.

Sutradara Teater Lingkar, Suhartono Padmo Soemarto atau yang sering disapa Mas Ton mengatakan, sebagai seorang teaterawan tidaklah menjadi poin utama mempersulit diri untuk jauh - jauh membedah kesejarahan suatu naskah sehingga menimbulkan ketakutan untuk berkarya. Potensi bentuk yang berbeda - beda antara penggarapan suatu naskah realis yang dipentaskan satu kelompok dengan kelompok lain, justru membuat warna dalam dunia kreatif teater.

“Justru, adanya perbedaan penggarapan, itulah warna yang berbeda dari suatu bentuk proses kreatif masing-masing kelompok. Menjadi banyak referensi. Tidak ada yang salah, tidak ada yang benar. Asalkan punya dasar yang kuat dan tidak melenceng dari esensi dari naskah itu sendiri,” terang dia.

Sejarah Teater Lingkar

Sementara, Teater Lingkar sendiri adalah sebuah kelompok seni teater yang dirintis oleh Suhartono Padmo Soemarto yang sering disapa Mas Ton, dan mulai mempertunjukkan karya pertamanya 4 Maret 1980 di Semarang. Sejak berdiri sampai sekarang, Teater Lingkar telah memproduksi puluhan pertunjukan, baik naskah sendiri maupun naskah dari penulis luar negeri.

Pagelaran Teater Lingkar dalam lakon ORANG KASAR ini, adalah salah satu wujud bahwa menyelesaikan masalah dgn kekerasan tak akan bisa selesai. Kekerasaan akan luluh lantak dengan sentuhan cinta, dan kasih sayang.

Sementara tujuan khusus dari adanya pertunjukan seni teater ini adalah untuk menumbuhkembangkan jagad teater di semarang yang salah satunya adalah program GELAR KARYA 2019 Teater Lingkar yang di gelar setiap bulan di TBRS.

Sebagai catatan dalam tahun ini teater Lingkar sudah menggelar 5 lakon diantaranya, Nyi Panggung, Kali Ciliwung, Pinangan, Tuan Kondektur, dan yang terakhir adalah Orang Kasar karya Anton Chekov ini. (Vitri B Prabawani)