Rayakan Imlek di Negeri Orang, Ribuan TKI Padati Jalanan Magong City - Taiwan -->

code ads

Rayakan Imlek di Negeri Orang, Ribuan TKI Padati Jalanan Magong City - Taiwan

Sunday, January 26, 2020
Kirab budaya pekerja migran di jalan - jalan utama Penghu, Taiwan dalam mengisi libur Konien, Sabtu (25/01/2020). (Foto: dok. pribadi/Sis) 

Magong City, beritaglobal.net - Membawa identitas sebagai warga negara Republik Indonesia, ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI), menyajikan Kirab Budaya di Kota Magu, ibukota Penghu, Provinsi Taiwan, Republik Rakyat Cina, Sabtu (25/01/2020) lalu.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Senin (27/01/2020), Siswanto (39), selaku koordinator kirab dan juga Ketua FORSPITA atau Forum Silaturahmi Penghu Indonesia - Taiwan, menyampaikan bahwa acara kirab budaya ini dalam rangka mengisi libur konien atau Tahun Baru Cina 2571.

"Komunitas pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan, khususnya di Kabupaten Penghu, mengisi liburan Konien atau tahun baru Cina 2571/2020, dengan mengadakan kirab budaya Nusantara. Kami berjalan mengelilingi pusat kota, menampilkan berbagai budaya daerah asal masing - masing pekerja, seperti singa Depok dari Jawa Barat, tari Gatot Kaca dari Jawa Tengah, serta kesenian khas Nusantara lainnya," ungkap Siswanto.

Menurut Siswanto, ada lebih kurang 2.907 pekerja migran asal Indonesia di Kabupaten Penghu, namun pada saat acara kirab, baru setengah pekerja migran yang bisa bergabung. Kegiatan ini, juga sebagai ajang silaturahmi antar pekerja.

"Acara kemarin diikuti seribuan pekerja dari total pekerja yg ada kurang lebih 2907 pekerja migran yang ada di wilayah tersebut. Selain sebagai pengisi liburan, kegiatan ini, sebagai sarana menjalin silaturahmi antar pekerja serta mengenalkan ragam budaya yang ada di Indonesia kepada warga asli Taiwan yang sedang merayakan tahun baru dan dan mereka sangat antusias menyaksikan serta memberikan apresiasi yang luar biasa," imbuhnya.

Sementara itu, senada dengan Siswanto, salah satu pekerja migran, Vivi, asal Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, menyatakan rasa bangganya pada rekan - rekan sejawatnya yang telah menunjukkan rasa cinta tanah air di luar negeri.

"Kami senang dan bangga dengan acara kirab, saat kami memulai Start dari Kwanninting menuju Lampu merah terminal belok kiri menuju Kantor Pemerintahan Penghu, lalu menuju Jalan utama Chung Chen Road sampai ke Pelabuhan, kami putar balik ke arah semula sampai Finish kembali di Kwanninting," ungkap Vivi.

Vivi menambahkan bahwa apa yang dilakukannya beserta pekerja migran yang lain di Provinsi Taiwan, tidak lebih dari rasa cinta mereka pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta untuk mempromosikan ragam budaya Nusantara ke dunia internasional.

"Kita secara mandiri, berkontribusi untuk mempromosikan ragam budaya Nusantara di mata internasional. Agar harga diri kita sebagai bangsa yang besar diakui, serta para pekerja tidak lagi diinjak - injak harga dirinya," tandas Vivi. (Agus Subekti)