Unik, Stalaktit di Gua Putri Kencono Wungu yang Dapat Ditabuh Seperti Gamelan dan Kentongan -->

code ads

Unik, Stalaktit di Gua Putri Kencono Wungu yang Dapat Ditabuh Seperti Gamelan dan Kentongan

Monday, February 10, 2020
Pintu masuk Gua Putri Kencono Wungu di Dusun Wonosobo, Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. (Foto: dok. istimewa/Supri)

Wonogiri, beritaglobal.net – Kabupaten Wonogiri merupakan bagian paling selatan dari wilayah Provinsi Jawa Tengah, berbatasan langsung dengan pantai selatan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur. Sebagian wilayah Kabupaten Wonogiri dipenuhi dengan bukit – bukit berkapur, yang memungkinkan terdapat gua alami di wilayah tersebut, seperti halnya di wilayah Kecamatan Pracimantoro. Terdapat sebuah gua unik yang diyakini warga setempat memiliki daya magis dan sering kali digunakan oleh pengunjung dari luar Kota Wonogiri, bahkan dari luar Pulau Jawa untuk melakukan ritual.

Gua unik dengan daya tarik stalaktit dan stalakmite nya yang dapat mengeluarkan bunyi layaknya suara alat musik gamelan dan kentongan, oleh warga setempat diberi nama Gua Putri Kencono Wungu. Asal usul pemberian nama Gua Putri Kencono Wungu, diyakini oleh Wasino (60), warga Dusun Wonosobo, Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, sebagai orang yang menemukan gua ini pertama kali di tanggal 01 Januari 1991 silam, dari wangsit (bisikan gaib) yang ia terima, bahwa dirinya ditemui oleh Putri Kencono Wungu, yang memberinya izin untuk mencari batu bintang, namun tidak boleh diteruskan, karena akan merusak kondisi alam disekitar.
Stalaktit di dalam Gua Putri Kencono Wungu yang masih terus bertumbuh karena lingkungan alam sekitarnya yang masih terjaga. (Foto: dok. istimewa/Supri)
“Waktu itu, saya menemukan gua ini tepat pada tanggal 01 Januari 1991, berawal dari wangsit dan mimpi yang saya alami, dimana dalam mimpi tersebut, saya didatangi oleh seorang putri yang menyebut sebagai Putri Kencono Wungu. Dalam mimpi saya tersebut, beliau menyuruh saya berhenti  untuk mencari batu bintang, karena akan dapat merusak alam di sekitar tempat saya mencari batu. Selain ditemui oleh Putri Kencono Wungu, saya juga ditemui oleh Kanjeng Prabu Brawijaya V,” ungkap Wasino kepada beritaglobal.net, Senin (10/02/2020), di dalam salah satu ruang Gua Putri Kencono Wungu.

Diungkapkannya, dari wangsit dan mimpi yang dialaminya, dirinya secara tidak sengaja menemukan lubang kecil saat mencari batu. Saat di keruk, ternyata lubang tersebut adalah pintu masuk Gua Putri Kencono Wungu. Hal mistis yang dialami oleh Wasino saat pertama kali masuk ke dalam Gua, adalah dirinya bertemu dengan sosok gaib dari Putri Kencono Wungu, yang kemudian menuntunnya untuk menemukan ruang – ruang lain di dalam gua, serta memberinya petunjuk nama dan fungsi dari masing – masing ruangan di dalam gua tersebut.

“Sewaktu saya menemukan gua pertama kali, saya menemukan lubang kecil seukuran badan, saya gali dan masuk ke dalamnya. Saat di dalam itulah saya telah ditunggu oleh Kanjeng Ibu Putri Kencono Wungu, dan oleh beliau diajak masuk ke bagian dalam gua, dan ternyata di dalam sangat luas. Saya diberi tahu, tentang nama ruangan – ruangan di dalam gua, juga fungsi nya di jaman itu,” imbuh Wasino menjelaskan bagian – bagian gua.

Wasino menunjukkan stalaktit di dalam Gua Putri Kencono Wungu yang dapat mengeluarkan bunyi seperti suara gamelan dan kenthongan. (Foto: dok. istimewa/Supri)

Bagian - Bagian Gua

Terdapat 7 bagian gua, yang di masing – masing tempatnya, mempunyai nama dan arti tersendiri. Saat mendampingi beritaglobal.net masuk ke dalam gua sepanjang lebih kurang 120 meter dari pintu awalnya, Wasino menceritakan bagian per bagian ruangan gua dengan runtut. “Ruang pertama adalah ruang tamu, untuk ruang kedua disebut kabudayan, lebih masuk ke dalam di bagian ke tiga disebut ruang kapusakan, di ruang ke empat disebut ruang jumenengan, setelah dari ruang jumenengan kita masuk ke ruang sarasehan, setelah itu ada ruang ke enam disebut ruang penyuwunan, ruang terakhir adalah tempat untuk mandi di sendang panguripan dan lebih menyatukan permohonan kita kepada Tuhan, seperti halnya yang dulu pernah dilakukan oleh Putri Kencono Wungu,” jelas Wasino.

Wasino memperagakan menabuh salah satu stalaktit yang dapat mengeluarkan bunyi kenong. (Foto: dok. istimewa/Supri)

Wasino juga berharap bahwa dimasa mendatang Gua Kencana Wungu dapat dibangun lebih baik lagi, karena selain untuk melakukan ritual oleh beberapa orang, Gua ini juga bisa sebagai sarana edukasi bagi siswa – siswi sekolah.

Sementara itu, secara terpisah, Sutrisno selaku Kepala Desa Wonodadi, menjelaskan bahwa dengan adanya destinasi wisata alam berupa gua kapur di desanya diharapkan dapat menjadikan salah satu modal untuk menarik wisatawan serta mensinergikan pembangunan.

“Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat Wonodadi, karena dengan adanya Gua Putri Kencono Wungu, Desa Wonodadi lebih dikenal dan juga pembangunan infrastruktur bisa disinergikan antara anggaran dari Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonogiri dengan kami (pemerintah Desa Wonodadi-red),” ungkap Sutrisno.

Sutrisno menyebut, jika pihaknya terus berupaya untuk membuat obyek – obyek tambahan di sekitar Gua Putri Kencono Wungu seperti halnya membuat area untuk wisatawan berswafoto, menjaga kelestarian hutan pinus disekitar gua. (Supriyanto)