Aparat Kodim 1622/Alor, Gagalkan Perdagangan Ilegal Ratusan Jerigen Berisi BBM ke Timor Leste

Iklan Semua Halaman

Aparat Kodim 1622/Alor, Gagalkan Perdagangan Ilegal Ratusan Jerigen Berisi BBM ke Timor Leste

Thursday, February 20, 2020
Anggota Koramil 03/Maritaing Kodim 1622/Alor, saat mengamankan ratusan jerigen berisi BBM jenis solar dan premium ilegal beserta truk pengangkut di halaman kantor Koramil. (Foto: dok. Dispenad)

Kalabahi, beritaglobal.net - Penjualan ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium ke luar negeri masih sering terjadi. Salah satunya terjadi di wilayah perairan Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, namun belum sempat BBM ilegal dikirim ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), aksi penjual BBM ilegal berhasil digagalkan oleh aparat Kodim 1622/Alor.

Dalam release diterima beritaglobal.net, Jumat (21/02/2020) pagi, dari Komandan Kodim (Dandim) 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag., dijelaskan jika peristiwa penggagalan perdagangan BBM ilegal tersebut, dilakukan oleh Komandan Koramil (Danramil) 1622-03/Maritaing Lettu Inf Panuel Tangledang bersama anggotanya.

“Pencegahan upaya penyelundupan BBM jenis solar dan premium ini dilakukan oleh Danramil 1622-03/Maritaing bersama anggotanya, pada Selasa (18/2/2020), sekira pukul 13.30 WITA di sekitar pesisir pantai Taramana, Dusun Mubaka, Desa Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor,“ jelas Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag.

Dari hasil operasi pencegahan perdagangan BBM ilegal tersebut, dikatakan oleh Dandim, anggotanya berhasil mengamankan 180 buah jerigen, dengan rincian 30 buah jerigen telah terisi BBM ilegal dengan masing - masing jerigen berisi 33 liter, sementara itu 150 buah jerigen masih kosong. Karena upaya pengiriman BBM ke Timor Leste, telah terungkap oleh anggota Koramil  1622-03/Maritaing.

"Total jumlah BBM ilegal jenis premium dan solar yang hendak diselundupkan ke negara tetangga RDTL, itu sebanyak 180 jerigen yakni 30 jerigen terisi BBM masing - masing jerigen berisi 33 liter dan 150 jerigen belum terisi. Kerena aksi mereka sudah tercium aparat," imbuh Dandim.

Kronologi Pencegahan Penyelundupan BBM Ilegal

Adapun kronologi pencegahan penjualan BBM ilegal di wilayah Koramil 1622-03/Maritaing, disampaikan oleh Supyan Munawar, berawal dari seorang personel Koramil 1622-03/Maritaing Sertu Charles Mali, sekira pukul 08.00 WITA, mendapat laporan dari masyarakat setempat bahwa ada kapal yang sedang berlabuh di pantai dan tidak seperti biasa. Dari laporan itu, Babinsa melaporkan kepada Danramil. Oleh Danramil 1622-03/Maritaing Lettu Inf Panuel Tangledang, diperintahkan untuk segera mengecek ke lokasi,” terang Supyan.

Ditambahkannya, "Danramil menjelaskan, dari hasil pengecekan di lapangan, dilaporkan bahwa kapal tersebut mengalami kerusakan di bagian mesin sehingga tidak dapat melanjutkan pelayarannya," imbuhnya.

Karena ada sesuatu yang janggal dan keterangan pemilik kapal jika dia akan mengangkut BBM, maka berkat kesigapan Lettu Inf Panuel Tangledang bersama anggotanya, berhasil menghentikan satu unit truk yang mengangkut jerigen - jerigen berisi BBM ilegal yang rencananya akan dikirim melalui jalur laut dengan menggunakan kapal tongkang yang rusak tersebut.

“Ada 30 jerigen sudah terisi BBM dan 150 jerigen lainnya belum diisi, karena aksi mereka sudah ketahuan. Setelah ditanyai, BBM tersebut akan diselundupkan oleh pemilik kapal yang rusak ini ke Timor Leste," ungkap Dandim menirukan ucapan Danramil 1622-03/Maritaing, saat melaporkan pencegahan upaya penyelundupan BBM ilegal ke RDTL.

Disampaikan lebih lanjut oleh Dandim, pemilik kapal, anak buah kapal (ABK) dan satu unit kapal tongkang yang akan digunakan untuk mengirim BBM ilegal, telah ditahan dan diserahkan ke Polres Alor, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, dijelaskan pula oleh Dandim, Sekretaris Desa Taramana Marten Letde menyampaikan ucapan terima kasih atas nama masyarakat kepada aparat Kodim 1622/Alor yang dengan sigap berhasil menggagalkan aksi penyelundupan BBM ilegal ke luar wilayah Kabupaten Alor untuk dijual ke negara tetangga, karena menurutnya warganya masih kekurangan supplai BBM.

“Kita di Alor saja masih kekurangan BBM tapi kok ada oknum yang dengan enaknya mau selundupkan ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Kami sangat berterima kasih kepada aparat Kodim,” ucap Letde ditirukan oleh Dandim. (Agus Subekti/JH)


Sumber: Dispenad