The Plegia, Komunitas Sosial Banjarnegara Untuk Tuna Daksa

Iklan Semua Halaman

The Plegia, Komunitas Sosial Banjarnegara Untuk Tuna Daksa

Thursday, February 20, 2020
Slogan dan logo The Plegia, komunitas relawan pendamping Tuna Daksa, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. (Foto: dok. Facebook The Plegia)

Banjarnegara, beritaglobal.net - The Plegia, adalah sebuah komunitas relawan yang membantu penyandang kelumpuhan (Tuna Daksa). Berdirinya The Plegia, berawal dari inisiatif seorang dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Islam Banjarnegara, dr. Agus Ujianto, Sp.B.

Sekilas cerita dan bagaimana cara kerja relawan - relawan yang tergabung di The Plegia, dipaparkan singkat oleh pembina The Plegia yang juga seorang tokoh agama di Kabupaten Banjarnegara, Gus Hayatul Makki yang lebih dikenal Gus Hayat, kepada beritaglobal.net, di kediamannya di Desa Mantri Anom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (20/02/2020).

Gus Hayatul Makki, pembina The Plegia Komunitas pendamping tuna daksa Kabupaten Banjarnegara. (Foto: dok. istimewa/Iwan)

"Inisiatornya adalah dr. Agus Ujianto, Sp.B., beliau membuat komunitas The Plegia, untuk kepedulian membantu saudara - saudara kita yang lumpuh," ungkap Gus Hayat kepada beritaglobal.net.

Dijelaskan oleh Gus Hayat, saat ada masyarakat yang mengadu ke kantor The Plegia yang tidak jauh dari RS Islam Banjarnegara di Jalan Raya Limpung - Bawang, Km. 8, Mrica, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, maka para relawan yang berada di kantor akan menjadwalkan pemeriksaan ke rumah orang yang menderita kelumpuhan.

"Bila ada keluhan dari masyarakat, ke kami, akan dijadwalkan adanya kunjungan dari rekan - rekan relawan yang ada di kantor. Kantor The Plegia ada di sebelah timur RS Islam Banjarnegara. Setelah dijadwalkan, maka tim medis akan turun memeriksa orang yang menderita kelumpuhan," imbuh Gus Hayat.

Dengan adanya aktivitas para relawan yang tergabung di The Plegia, masyarakat di wilayah Kecamatan Bawang, khususnya yang memiliki anggota keluarga Tuna Daksa, merasa sangat terbantu.

"Masyarakat menyambut baik, dengan adanya The Plegia. Khususnya untuk saudara - saudara kita yang (maaf), taraf ekonominya belum beruntung. Karena saat melakukan pemeriksaan, tim medis akan memberikan analisa dan bagaimana penanganan penderita kelumpuhan dimasa mendatang," tandas Gus Hayat.

Dukungan Dinas Sosial P3A

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Banjarnegara Aziz Achmad, menyampaikan jika The Plegia sudah terdaftar sebagai salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Dinas Sosial PPPA Kabupaten Banjarnegara bernomor 467/37/X/LKS/2020.

Disampaikannya pula, "The Plegia lebih banyak memberi bantuan kepada penyandang disabilitas, khususnya pada warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara," ungkap Aziz kepada beritaglobal.net di ruang kerjanya, Kamis (20/02/2020).

Menurutnya, masyarakat Banjarnegara, mendukung apa yang dilakukan oleh relawan yang terkumpul di The Plegia.

"Bila belum dapat ditangani oleh The Plegia, Dinas Sosial turun tangan untuk memberi dukungan. Dengan adanya bantuan juga senilai kurang lebih Rp 3 juta dan juga alat - alat bantu bagi para penyandang tuna daksa," imbuhnya.

Pihaknya berharap jika jangkauan The Plegia dapat diperluas hingga meliputi kecamatan se Kabupaten Banjarnegara, khususnya di wilayah - wilayah pegunungan, dan kecamatan - kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Batur, Wanayasa dan kecamatan lainnya, untuk menangani saudara - saudara penyandang disabilitas.

"Kami himbau, agar rekan - rekan relawan di The Plegia dan komunitas LKS lain, juga dapat memberikan informasi terkait masalah sosial yang ada di wilayahnya.

"Seperti halnya orang - orang kurang mampu yang mungkin membutuhkan bantuan dari Dinas Sosial. Dari data - data yang masuk melalui LKS, akan kami tindak lanjuti untuk usulan hingga ke Kementrian Sosial RI. Misal ada orang gila, yang rumahnya mau roboh dan penyandang ketunaan lain, yang masih diranah tanggung jawab kami di Dinas Sosial dan P3A," pungkasnya. (Iwan Setiawan/Supriyanto)