Warga Rejek Masih Cemaskan Penyebaran Bakteri Antrak, Ini Penjelasan Kepala Desa -->

code ads

Warga Rejek Masih Cemaskan Penyebaran Bakteri Antrak, Ini Penjelasan Kepala Desa

Sunday, February 9, 2020
Sapi milik warga Dusun Rejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, yang selamat dari penyebaran bakteri Antrak. (Foto: dok. istimewa/Supri)

Wonosari, beritaglobal.net - Penyebaran bakteri baccillus anthracis pada hewan herbivora seperti sapi dan kambing yang menyebabkan penyakit Antrak, sempat merebak di wilayah Kabupaten Gunung Kidul beberapa bulan lalu. Salah satu wilayah yang terdampak penyebaran Antraks adalah Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul.

Saat dikonfirmasi beritaglobal.net, Minggu (09/02/2020), Narsikoh (40), selaku Kepala Dusun Rejek Wetan, Desa Gombang, penyebaran Antrak yang menyerang beberapa hewan ternak di wilayahnya, terjadi pada 16 Desember 2019 lalu, dan menyebabkan 7 ekor sapi dan 3 ekor kambing milik warga di Desa Gombang, mati mendadak.

"Di dusun kami, sekitar 16 Desember 2019 lalu, ada ternak kambing yang mati mendadak setelah dibeli seorang warga kami. Karena tidak mengerti, penyakit tersebut menyebar ke ternak lainnya," jelas Narsikoh.

Disebutkan pula oleh Narsikoh, dengan adanya penyebaran penyakit Antrak di wilayah Desa Gombang, khususnya di Dusun Rejek Wetan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, segera turun tangan dengan memberikan penyuluhan dan pengobatan dengan menyuntikkan antibiotic pada hewan yang terjangkit maupun yang belum.

"Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten juga sudah turun dan  memberi antibiotic untuk hewan yang terjangkit, juga semua hewan yang ada di Desa Gombang," sambung Narsikoh.

Selain memberikan suntikan antibiotik pada hewan yang terjangkit, para peternak juga diberi santunan berupa bahan makanan berupa telur sebanyak 10 butir untuk 150 kepala keluarga di Dusun Rejek Wetan.

Disampaikan oleh Narsikoh, bahwa pada saat menangani penyebaran Antrak di desanya, terdapat niatan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul untuk memberikan tali asih kepada para peternak yang hewan ternaknya mati karena Antraks, namun hingga kini, belum ada lagi tindak lanjutnya.

"Pemkab waktu itu juga akan memberikan tali asih kepada peternak yang hewan ternaknya mati, namun hingga kini juga belum ada tindak lanjutnya," pungkas Narsikoh saat ditemui dikediamannya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Supriyanto selaku Kepala Desa Gombang, telah secara aktif berkoordinasi dengan dinas terkait dan Puskesmas Ponjong untuk memberikan penyuluhan terkait pencegahan dan penanganan Antrak pada hewan dan penyebarannya pada manusia.

"Kami selaku pemerintah desa, telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, juga ke Puskesmas Ponjong," ungkap Supriyanto.

Pihaknya juga mengawal adanya kegiatan sosialisasi di Balai Desa Gombang serta Balai Dusun Rejek Wetan serta Rejek Kulon. Selain itu, Pemerintah Desa Gombang, juga memfasilitasi permintaan warga untuk adanya tali asih dari Pemkab Gunung Kidul, kepada warga yang hewan ternaknya mati karena Antrak.

"Untuk akan adanya tali asih dari Pemkab Gunung Kidul, kami tidak mendengar langsung. Namun, kami akan membantu memfasilitasi permintaan warga, khususnya yang hewan ternaknya mati karena Antrak untuk mendapatkan tali asih dari Pemkab," imbuhnya.

Menurut Supriyanto, saat wabah Antrak menyerang desanya, ada pula beberapa warga yang harus dirawat di rumah sakit karena terinfeksi bakteri Antrak. Dirinya menghimbau kepada warganya untuk tidak perlu cemas berlebihan dengan adanya Antrak, karena penyuluhan dan dukungan penanggulangan penyebaran Antrak telah dilakukan oleh dinas terkait serta Puskesmas Ponjong.

"Atas kekhawatiran dan rasa cemas warga, kami dapat memahami. Namun jangan terlalu berlebihan, karena dukungan penyuluhan untuk penanganan dan pencegahan Antrak sudah dilakukan oleh dinas terkait serta Puskesmas Ponjong juga telah aktif memantau penyebaran bakteri Antrak di Desa Gombang," ujar Supriyanto.

Bila terdapat hewan ternak yang mati mendadak, dirinya menghimbau kepada warga untuk segera melapor kepada Kadus dan dirinya, agar penguburan hewan yang mati mendadak di awasi oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan serta dokter dari Puskesmas Ponjong.

Sama halnya yang disampaikan oleh Narsikoh, Kepala Desa Gombang, menyatakan bahwa hewan ternak yang mati karena Antrak telah dikuburkan. (Supriyanto)