Pemerintah Siapkan Santunan Rp 15 Juta Untuk Ahli Waris Korban Covid-19

Iklan Semua Halaman

Pemerintah Siapkan Santunan Rp 15 Juta Untuk Ahli Waris Korban Covid-19

Tuesday, March 24, 2020
Dr. Ir. Agus Wibowo, M.Sc., Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.


Jakarta, beritaglobal.net – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Sosial (Kemensos) RI, akan menyalurkan dana santunan sebesar Rp 15 juta kepada ahli waris dari tiap korban meninggal dunia akibat Covid-19. Santunan ini adalah satu dari lima bentuk dukungan yang diberikan Kemensos RI kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Agus Wibowo Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, kepada beritaglobal.net dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/03/2020), meneruskan pernyataan Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Asep Sasa Purnama, dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (24/03/2020).

"(Santunan ini) ditujukan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kemensos RI memberi santunan ke ahli waris Rp15 juta per orang yang meninggal," ujar Asep menegaskan.
Santunan ini adalah wujud perhatian dan bela sungkawa dari negara kepada para korban beserta keluarga yang ditinggalkan.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Asep melalui Agus Wibowo, dalam penyaluran dana bela sungkawa, pihak Kemensos perlu melakukan verifikasi terhadap daftar korban, sehingga hingga saat ini dana tersebut masih belum diberikan secara merata. 

Dalam keterangannya, Agus Wibowo menyampaikan, data terakhir Senin (23/03/2020), jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 49 jiwa. Sementara itu, jumlah pasien yang positif tertular virus ada 579 jiwa. Dari jumlah itu, 30 di antaranya dinyatakan sembuh.

Selanjutnya menurut rincian data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan RI per Senin (23/03/2020) jumlah penderita Covid-19 terbanyak masih ditemukan di Jakarta (353 kasus), disusul oleh Jawa Barat (59 kasus), Banten (56 kasus), Jawa Timur (41 kasus), Jawa Tengah (15 kasus), Kalimantan Timur (11 kasus), Bali (enam kasus), DI Yogyakarta dan Kepulauan Riau masing-masing lima kasus. (Mim/Red)