Ketua KSM LSM GMBI Mandiraja, Totok : Tangisan Tidak Akan Bisa Mengobati atau Menghidupkan Orang Mati

Iklan Semua Halaman

Ketua KSM LSM GMBI Mandiraja, Totok : Tangisan Tidak Akan Bisa Mengobati atau Menghidupkan Orang Mati

Wednesday, April 1, 2020
Camat Mandiraja Drs. H. Paryono, M.M., saat mengikuti penjelasan teknis penyemprotan cairan disinfektan oleh anggota SAR Linmas dan anggota LSM GMBI Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. (Foto: Dok. istimewa/Iwan)

Banjarnegara, beritaglobal.net – Peran aktif masyarakat dari berbagai lini, membantu meringankan beban pemerintah dalam percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19. Peran aktif inilah yang ditunjukkan oleh KSM LSM GMBI Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Secara merata, hampir di setiap Kecamatan di wilayah Kabupaten Banjarnegara, anggota LSM GMBI melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri. Hal ini menjadi perhatian khusus, pemerintah Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.

Kepada beritaglobal.net, Camat Mandiraja Drs. H. Paryono, M.M., (56), memberikan apresiasi yang tinggi atas peran aktif anggota LSM GMBI di wilayah Kecamatan Mandiraja, untuk bersama – sama pemerintah serta elemen SAR Linmas, melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh wilayah Kecamatan Pantireja.

Anggota SAR Linmas Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa ruas jalan dan pemukiman di wilayah Kecamatan Mandiraja. (Foto: Dok. istimewa/Iwan)
“Saya berterima kasih sekali dan sangat mengapresiasi apa yang jadi kegiatan GMBI dan SAR Linmas Kecamatan Mandiraja,” ungkap Paryono saat dikonfirmasi beritaglobal.net, disela kegiatan berlangsung, Rabu (01/04/2020).

“Hal ini (penyemprotan cairan disinfektan), sangat membantu pemerintah untuk penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Mandiraja khususnya dan wilayah Kabupaten Banjarnegara pada umumnya,” imbuhnya.

Pihaknya mewakili pemerintah Kabupaten Banjarnegara menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi, seruan untuk bekerja dari rumah.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Mandiraja untuk bekerja di rumah dan tidak kemana – mana, untuk warga yang baru datang di kampung Halaman (mudik) dari perantauan untuk tidak pergi kemana – mana atau melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di kediaman masing – masing,” himbau Paryono.

Sementara itu, Totok, selaku coordinator SAR Linmas dan juga sebagai Ketua KSM LSM GMBI Kecamatan Mandiraja, menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya beserta SAR Linmas dan anggota GMBI adalah upaya untuk berperan serta menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Kita mulai hari Selasa (31/03/2020) kemarin, berjalan dengan SAR Linmas, dan hari ini dalam sekala besar bersama LSM GMBI,” ungkapnya.

“ Penyemprotan ini adalah upaya untuk memproteksi satu wilayah Kecamatan Mandiraja, yang terdiri dari 16 Desa. Hari ini masih ada beberapa desa yang belum selesai kami semprot, dan akan dilanjutkan esok hari,” imbuh Totok.

Dirinya selaku Ketua KSM LSM GMBI Kecamatan Mandiraja, juga turut menghimbau kepada anggota GMBI serta masyarakat di Kecamatan Mandiraja, untuk selalu mengikuti himbauan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Ikut apa yang sudah dihimbau pemerintah pusat, hingga ke daerah untuk menerapkan polah hidup sehat, melakukan social distancing dan bekerja dari rumah,” terang Totok.
Dirinya berharap, penyebaran Covid-19 cepat bisa ditanggulangi dan dicegah, jangan sampai setelah terlambat kita baru gerak.

“Tangisan tidak akan bisa mengobati atau menghidupkan orang yang sudah mati, Safety dimulai dari diri sendiri, dan hari ini kita lakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin,” tandasnya. (Iwan Setiawan)