Peternak Ayam Broiler Purbalingga ‘Tiarap’, Permintaan Daging Ayam Menurun Peternak Terpaksa Obral Harga Jual -->

code ads


Peternak Ayam Broiler Purbalingga ‘Tiarap’, Permintaan Daging Ayam Menurun Peternak Terpaksa Obral Harga Jual

Friday, April 3, 2020
Suasana transaksi ayam potong di kandang peternak di wilayah Kabupaten Purbalingga. (Foto: Dok. istimewa/Iwan)


Purbalingga, beritaglobal.net – Pandemi Covid-19, berdampak bukan hanya pada masalah kesehatan masyarakat global saat ini, namun merembet pula pada melambatnya laju roda ekonomi. Dampak melambatnya laju roda ekonomi pun dirasakan oleh para peternak ayam pedaging (Broiler) di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Hal ini berdasar pantauan langsung beritaglobal.net ke para peternak ayam pedaging, diketahui bahwa harga per kilogram hidup ayam pedaging di peternak hanya berharga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu.

“Stok barang (ayam pedaging-red) di tempat kami menumpuk, akhirnya kami harus mengobral ayam dengan harga Rp 10.000,-, karena permintaan dari Jakarta berkurang drastis,” ungkap Bukateja Bayu, salah satu peternak ayam potong di Kabupaten Purbalingga.

Ditambahkannya, harga di pasar sebetulnya masih stabil, tapi untuk mengurangi beban biaya produksi, terpaksa dirinya dan pedagang lainnya harus mengobral stok ayam pedaging yang mereka pelihara.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (03/04/2020), membenarkan adanya penurunan permintaan daging ayam pedanging, dari dampak pandemi Covid-19 belakangan ini.

“Konsumsi menurun satu sisi produksi masih tetap, sehingga barang menumpuk, penurunan ini ada kaitannya dari dampak Covid-19, konsumsi masyarakat menurun, itu berkaitan juga dengan penurunan perdagangannya, termasuk ayam pedaging,” ungkap Mukodam.

Dirinya mengakui, saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa hukum ekonomi berjalan, dimana saat stok melimpah, permintaan menurun, berdampak pada penurunan harga jual sebuah produk. Namun, menurutnya, harga di pasar masih stabil antara Rp 24 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

“Harga ayam di peternak Rp 10 –  Rp 12 ribu per kilogram, bobot hidup di peternak, di pasaran dalam bentuk karkas. Perkembangan terakhir harga masih berkisar Rp 24rb – 30rb di pasar Bobotsari maupun pasar Purbalingga,” imbuhnya.

“Satu sisi lagi, untuk pengiriman ke luar daerah mengalami penurunan, berlakulah hukum ekonomi, saat stok melimpah namun permintaan menurun, otomatis harga menurun,” jelas Mukodam.
Dirinya berharap bahwa dampak dari pandemi Covid-19 tidak berkepanjangan, agar tidak terlalu mempengaruhi roda ekonomi masyarakat.

“Mudah - mudahan, dampak dari Covid-19 tidak berkepanjangan, agar tidak berpengaruh pada ekonomi masyarakat,” harapnya.

Dari pemerintah dari pusat hingga daerah telah berupaaya untuk menerapkan beberapa program, agar pelaku UMKM tetap survive (bertahan-red).

“Contohnya penundaan/restrukturisasi kredit UKM, potongan tarif PLN, jaring pengaman sosial lainnya, untuk meringankan beban masyarakat. Intinya masyarakat semua harus sehat dulu, agar roda ekonomi tetap jalan,” ungkap Mukodam memberi semangat untuk seluruh pelaku pertanian dan peternakan di Kabupaten Purbalingga.

“Tidak dipungkiri semua ini (pandemic Covid-19) berdampak, dan bersama – sama kita hadapi, agar tetap survive dan perlu penyadaran semua pihak, bahwa semua lini penopang ekonomi juga terdampak,” pinta Mukodam.

Dirinya tidak lupa memberikan himbauan kepada peternak dan petani di Kabupaten Purbalingga untuk tetap mematuhi semua kebijakan pemerintah, tetap disiplin, untuk sosial distancing di rumah, dan penerapan perilaku PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

“Bepergian hanya untuk bila ada kepentinggan mendesak, tetap harus melakukan PHBS, jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan pake sabun, dan hand sanitizer,” himbaunya.

Mukodam juga mengajak kita semua untuk terus mensyukuri semua karunia Tuhan Yang Maha Esa.
“Sukur – sukur, tetap selalu bersyukur akan anugerah Allah SWT untuk bisa berjemur di matahari pagi, tentunya jangan lupa asupan gizi seimbang untuk badan agar tetap fit/bugar, istirahat cukup. Kita berdoa ini semua segera berlalu,” pungkasnya. (Iwan Setiawan)