Bagikan Sembako dan Edukasi Masyarakat Komunitas MKT Bagikan Sembako -->

code ads


Bagikan Sembako dan Edukasi Masyarakat Komunitas MKT Bagikan Sembako

Tuesday, April 21, 2020
Aktivitas dari komunitas MKT saat membagikan paket sembako kepada petani di wilayah Kabupaten Temanggung. (Foto: Dok. istimewa/Ratma)

Temanggung, beritaglobal.net - Menghadapi keadaan saat ini banyak warga mengeluhkan sulitnya mencari penghasilan. Dampak dari pendemik Covid-19 sangat dirasakan oleh waga pedesaan yang mayoritas bekerja sebagai buruh.

Manunggal Kadang Temanggung (MKT) sebagai salah satu komunitas di Kabupaten Temanggung yang dipimpin oleh Totok Cahyo Nugroho, bersama ketigapuluh anggotanya turun tangan memberikan bantuan sosial berupa sembako yang dibagikan kepada warga kurang mampu di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Kranggan, Kecamatan Parakan, Kecamatan Bansari dan Kecamatan Ngadirjo, Selasa (21/04/2020).

"Untuk mengantisipasi bantuan tidak salah sasaran, sebanyak seratus lebih paket sembako diantar langsung ke warga dari satu rumah ke rumah," ujar Totok kepada beritaglobal.net.

Beragam tanggapan, terlontar dari warga yang menerima bantuan tersebut, seperti diungkapkan oleh Nuryati (43), warga Dusun Gemawang, Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

"Selama kami diminta untuk tinggal dirumah, kami merasakan sekali dampaknya, apalagi ekonomi kami yang memang sebelumnya kekurangan. Saya sangat berterimakasih sudah di beri sembako ini. Sangat berguna bagi kami, semoga besuk lagi ada bantuan yang sama," ungkapnya.

Hal yang senada disampaikan oleh Sukir (46), seorang petani penerima bantuan sembako dari MKT.

"Keadaannya sekarang serba sulit. Bisa makan saja, kami sangat bersyukur. Kami mengharapkan ada bantuan sembako seperti ini. Saya sangat senang sekali," tutur Sukir.

Dalam kesempatan yang sama saat berlangsungnya kegiatan bakti soaial tersebut, Damar (49), selaku penasehat MKT, menyampaikan, "Kami tergugah untuk memberikan bantuan sembako kepada warga, tujuannya untuk meringankan beban yang saat ini dirasakan oleh warga. Selain pemberian sembako, kami juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa desa. Menghimpun donasi untuk di belanjakan sembako, serta sosialisasi tentang cara cuci tangan yang benar, dan juga pembuatan cairan disinfektan standar WHO," ungkapnya.

"Kedepannya komunitas kami akan berusaha mencari donasi, kampanye tentang pola hidup sehat dan bersih, serta mengajak warga untuk memanfaatkan halaman agar ditanami sayuran, juga mengadakan lumbung keluarga. Karena kita tidak tahu sampai kapan kita akan menghadapi situasi seperti sekarang ini," pungkasnya. (Ratmaningsih)