Batik Gumelem Banjarnegara, Warisan Tradisi Era Mataram

Iklan Semua Halaman

Batik Gumelem Banjarnegara, Warisan Tradisi Era Mataram

Wednesday, April 8, 2020
Pengrajin batik tulis di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. (Foto: Dok. pribadi/Iwan)

Banjarnegara, beritaglobal.net - Warisan turun - temurun di Banjarnegara ternyata bukan hanya dawetnya saja. Ternyata di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, ada sentra batik yang tidak kalah dengan produk batik di daerah lain.

Kualitas batik Gumelem dibuktikan dengan cara pembuatannya yang masih sangat tradisional. Salah satu pengrajin batik, Waridah (43), kepada beritaglobal.net, belum lama ini mengukapkan bahwa Batik Gumelem menggunakan warna alam.

"Warna alam dihasilkan dari tumbuhan disekitar gumelem seperti kayu mahoni, daun mangga, kulit rambutan, daun kersen dan bahan tumbuhan lainnya," ungkapnya.

Namun demikian, dalam perkembangannya, para pengrajin batik juga memberi pilihan kepada pelanggan dengan adanya motif batik dengan menggunakan pewarna sintetis.

Contoh batik ecoprint yang dikembangkan di Desa Gumelem. (Foto: Dok. pribadi/Iwan)
"Batik kami proses secara manual dari membuat pola, mencanthing, dan pewarnaan," ungkapnya.

"Untuk memenuhi permintaan konsumen, kami juga melayani warna sintetis dan juga ada ecoprint yang lagi viral dengan menggunakan warna asli dari daun, seperti daun jati, daun lanang ataupun bunga," imbuhnya.

Terlepas dari tradisi yang masih dipertahankan, para pengrajin batik di Desa Gumelem Wetan, harus berjibaku dengan permasalahan permodalan.

Waridah, seperti halnya pengrajin lainnya, berharap adanya pendampingan yang berkelanjutan untuk mempertahankan kualitas dan lebih mengembangkan industri batik tulis di Desa Gumelem khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

Dirinya, juga menyampaikan dengan masih berjalannya industri batik di Gumelem, pangsa pasar pun semakin meluas karena konsumen masih bisa dengan mudah mendapatkan kain batik tulis asli di Kabupaten Banjarnegara.

"Batik Gumelem sudah dipasarkan ke luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra," pungkasnya.

Dukungan Pengembangan Batik

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Camat Susukan Drs. Susanto, menyatakan jika Batik Gumelem memang tidak lepas dari sejarah kademangan di era Mataram di Yogyakarta maupun Solo.

Nama Batik Gumelem disebut karena batik ini berkembang di Desa Gumelem, dari cerita turun temurun tentang sejarah adanya Desa Gumelem.

"Jika kita berkunjung ke Desa Gumelem dapat ditemukan banyak centra UMKM seperti batik, pandai besi dan masih banyak lagi di empat desa di wilayah Kecamatan Susukan," ungkapnya.

Untuk pembinaan, terus dilakukan pembinaan secara terus menerus oleh dinas terkait untuk peningkatan kualitas produk dan pemasaran.

"Upaya pelatihan untuk perluasan motif terus dilakukan. Selain itu, pendampingan untuk kualitas batik agar tidak mudah luntur juga terus kami upayakan," jelas Susanto.

Untuk pemasaran, dukungan dari Pemkab Banjarnegara melalui Pemerintah Kecamatan Susukan selalu mengikut sertakan para pengrajin dan produk - produknya di beberapa pameran di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

"Untuk mempertahankan batik asli Indonesia, Pemerintah juga telah mencanangkan adanya hari - hari tertentu para PNS untuk mengenakan seragam batik. Kami juga mendorong generasi muda untuk menyukai batik dengan membuka bidang studi membatik di SMKN 1 Susukan di jurusan Kriya Batik, untuk regenerasi membatik," pungkasnya.  (Iwan Setiawan)