Efektifitas Metode Belajar Daring, Dampak Positif Pandemi Covid-19 -->

code ads


Efektifitas Metode Belajar Daring, Dampak Positif Pandemi Covid-19

Tuesday, April 7, 2020
SDIT Nurul Islam Tengaran. (Foto: Dok. pribadi/Makmun)

Ungaran, beritaglobal.net - Tiga pekan lebih sekolah di wilayah Kabupaten Semarang menerapkan kegiatan belajar mengajar mandiri bagi siswa - siswinya. Keputusan ini diambil setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai menggelar rapat terbatas bersama Forkompinda dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jateng pada Sabtu (14/03/2020) lalu.

Melihat belum stabilnya kondisi terkait penyebaran Covid-19, maka belajar mandiri sekolahpun diperpanjang. Penetapan kebijakan sebagaimana tersebut akan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan status kedaruratan yang diakibatkan oleh penyebaran Covid-19.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diganti dengan pembelajaran daring. Artinya tidak boleh dilakukan secara berkelompok disalah satu tempat (tidak boleh menerapkan pola belajar kelompok). Tujuan KBM daring, yakni mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 dapat diwujudkan.

SDIT Nurul Islam menyelenggarakan parenting ditengah pembelajaran daring seperti saat ini. Namun acara kali ini dilakukan dengan cara yang berbeda seperti biasanya, yaitu secara online melalui WhatsApp. Istilah populernya yaitu dengan metode Kuliah Whatsapp atau Kulwa.

Seperti yang disampaikan Ika Hidayati, kepada beritaglobal.net belum lama ini. Dirinya selaku koordinator acara parenting ini mengatakan, "Parenting online ini diselenggarakan untuk menjawab keluhan dan mengatasi kesulitan para orangtua dalam menghadapi belajar anak dirumah, terutama saat seperti ini," ungkapnya.

"Parenting online kali ini dilaksanakan secara bergilir sesuai tingkat kelas yaitu dari hari Jumat 3 April sampai Senin 6 April 2020. Waktu yang dipilih untuk Kulwa kali ini adalah pukul 19.30 WIB sampai 21.30 WIB setiap malamnya. Waktu ini dipilih karena dianggap paling efektif untuk para orang tua, karena mayoritas sudah longgar dari pekerjaan mereka," imbuhnya.

Dijelaskannya, Narasumber pada parenting online ini adalah seorang trainer dan konselor keluarga di Wonderful Family Institute (WFI) Yogjakarta yaitu Ida Nur Laela. Adapun tema yang dipilihpun sesuai keadaan saat ini yaitu Tetap Asyik Mendampingi Anak Belajar di rumah.

Istri dari Cahyadi Takariawan ini berpesan, "Pada dasarnya belajar di sekolah atau dirumah itu sama, yaitu sama - sama mencari ilmu. Hanya yang berbeda adalah metode dan suasananya saja. Dalam voice notenya, Ida juga banyak memberikan contoh metode belajar untuk para orangtua, dalam menghadapi kebosanan anak dirumah selama pandemi Corona ini.

Antusiasme dan tanggapan dari para orangtua sangat luar biasa. Mayoritas mereka mengalami kehabisan cara dalam menghadapi aktifitas anak dirumah.

"Kami sangat berterima kasih dan berharap kuliah WhatsApp seperti ini sering dilakukan, selain kami bisa mendapat ilmu baru, kami juga bisa lebih berani bertanya kepada narasumber," tulis seorang walimurid.

Parenting online ini ditutup dengan menjawab pertanyaan - pertanyaan para orangtua yang dikirim melalui jalur pribadi milik moderator untuk kemudian dijawab oleh Ida Nur Laela satu persatu.

Dalam acara ini juga walimurid yang beruntung mendapatkan doorprize yaitu bunda Geitsha dan Bunda Najwa. Mereka beruntung mendapatkan hadiah berupa Buku parenting berjudul Wonderful Parent karya Cahyadi Takariawan. (Makmun)