Pesona Tanaman Jahe Ditangan Pemuda Desa Kebowan -->

code ads


Pesona Tanaman Jahe Ditangan Pemuda Desa Kebowan

Thursday, April 9, 2020
Kebun jahe milik Siswanto di Desa Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. (Foto: Dok. pribadi/Surya)

Ungaran, beritaglobal.net - Disaat banyak orang merasa khawatir akan pandemi Covid-19, Siswanto (39), warga Dusun Gesangan, Desa Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang ini, tidak menggoyahkan dirinya tetap terus berkarya untuk memelihara tanaman jahe miliknya.

Ditemui beritaglobal.net, di ladang miliknya, Kamis (09/04/2020), ayah 2 orang anak ini menjelaskan bagaimana menghasilkan jahe yang berkualitas.

"Bertani dan beternak membuat saya kembali bersemangat dalam memenuhi cita - cita anak sulung saya," buka Siswanto.

Jahe yang dalam bahasa latin disebut Zingiber Officinale, merupakan tanaman herbal yang mudah dijumpai dan sangat cocok dibudidayakan di Indonesia, imbuhnya.

"Jahe dapat ditanam dengan sangat mudah di lahan terbuka atau media lain seperti polybag. Tapi, jahe tetaplah tanaman yang perlu cara khusus dalam menanamnya," ujar ayah 2 anak ini.

Setelah lebih kurang 5 tahun bergelut dalam bidang pertanian dan peternakan, dirinya menjadi lebih memahami bagaimana membudidayakan tanaman jahe.

"Banyak yang kurang tepat dalam melakukan penanaman jahe, sehingga jahe yang dihasilkanpun sedikit atau berkualitas kurang baik," imbuh Siswanto.

Penyiapan Lahan Untuk Tanaman Jahe

Menurutnya, menyiapkan lahan untuk menanam jahe, adalah mutlak. Karena lahan yang subur dan gembur, akan berpengaruh besar pada hasil panen.

"Penting untuk terlebih dulu mengecek kesuburan tanah yang akan dipilih untuk menanam jahe. Baik lahan kosong maupun pekarangan rumah, pilihlah tanah yang berhumus, tidak berkerikil, serta memiliki aerasi udara yang lancar," jelas Siswanto.

Bersihkan lahan dari tanaman pengganggu berupa gulma ataupun potensi penyakit akar.

"Disela saya menyiapkan bibit, lahan saya cangkul atau bajak dengan kedalaman sekitar 25 - 35 cm, lalu saya tambahkan pupuk organik dan saya diamkan selama sepekan," katanya.

Jika ingin lahan yang lebih gembur, maka pencangkulan dapat diulangi dengan disertai badengan selebar 85 - 125 cm. Jarak antar bedengan sekitar 25 - 30 cm.

Pemilihan Bibit Jahe

"Bibit yang dipilih haruslah sesuai dengan varietas yang diinginkan. Bibit dengan kualitas baik dapat diambil langsung dari lahan atau kebun jahe yang berusia tua, sekitar 8 - 10 bulan. Selain itu, rimpang jahe yang diambil haruslah sehat mulus, bebas hama, dan memiliki kulit yang sehat pula," jelas Siswanto, seraya menunjukkan tanamannya yang dipersiapkan untuk dibibit lagi.

Calon bibit tanaman jahe ditanam terpisah untuk memastikan bibit unggulan. (Foto: Dok. pribadi/Surya)
"Sebelum di tanam, bibit jahe harus disemai sekitar satu sampai satu setengah bulan. Caranya dengan mengeringkan rimpang jahe dengan meletakkanya di tempat yang tersinar matahari, tetapi tidak sampai terlalu kering," ujarnya.

Rimpang yang sudah dijemur, disimpan kurang lebih satu sampai satu setengah bulan. Jemur kembali selama sepertiga hari, dengan terlebih dulu memotongnya menjadi 3 - 5 mata tunas per rimpangnya.

"Sebelum ditanamkan, rendam bibit ke dalam larutan antibiotik atau bakterisida sesuai dosis. Kemudian, tiriskan dan jemur. Siapkan media semai, sekam padi atau bisa diganti abu gosok. Taruh bibit jahe ditempat yang teduh. Saat bibit jahe telah memunculkan tunas, pilihlah tunas dengan kualitas baik," ucapnya.

Penanaman Jahe ke Lahan

Bibit jahe yang sudah disemai, kemudian diletakkan pada parit dengan mata tunasnya menghadap ke atas. Kemudian tutuplah bibit dengan tanah dengan ketebalan sekitar lima centimeter.

"Untuk tanam jahe di polybag, metodanya hampir sama, hanya saja media tanam yang beda dengan lahan di ladang yang bisa langsung," katanya.

Siswanto yang juga mengembangkan peternakan sapi, berpesan untuk menanam jahe perlu mempertimbangkan iklim, suhu udara, dan sinar matahari.

"Jahe sangatlah cocok ditanam di daerah tropik maupun sub tropik, dengan curah hujan dengan kadar 250 - 400 mm merata pada daerah tropik akan sangat membantu pertumbuhan jahe. Selain itu, jahe dapat ditanam di daerah beriklim cenderung dingin atau sejuk pada ketinggian 500-1000 meter dari permukaan laut. Meski begitu, pada daerah hujan yang kurang dari 200 mm, di dataran rendah dengan menambahkan pupuk organik cair," ungkapnya.

Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan jahe yang lebih baik, suhu udara yaitu sekitar 20 - 35 celcius.

Pada usia pembibitan sampai berumur dua bulan sebaiknya jahe diletakkan di tempat sejuk dan memiliki cahaya matahari yang cukup, agar tanaman jahe tidak mudah layu.

"La, pas umur 2,5 sampai 7 bulan, tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya matahari yang tinggi, mas. Oleh sebab itu, tanaman jahe perlu diletakkan di tempat terbuka dengan cahaya matahari tujuh puluh sampai seratus persen," pungkasnya. (Surya)