Polres Salatiga Rencanakan Tiga Langkah Pengamanan Strategis Hadapi Situasi Kontijensi Sebagai Dampak Pandemi Covid-19

Iklan Semua Halaman

Polres Salatiga Rencanakan Tiga Langkah Pengamanan Strategis Hadapi Situasi Kontijensi Sebagai Dampak Pandemi Covid-19

Wednesday, April 22, 2020
Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat, S.S., bersama Jajaran Forkompinda Kota Salatiga menjelaskan 3 konsep pengamanan dalam Peta Tactical Floor Game (TFG), seusai Rakor Linsek Penanganan Penyebaran Covid-19 di halaman Mapolres Salatiga. (Foto: Dok. Humas Polres Salatiga)

Salatiga, beritaglobal.net - Semakin meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di Kota Salatiga, mendorong Jajaran Forkompinda Kota Salatiga melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek), dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19 dan Pelatihan Penanganan, yang dilaksanakan di Pendopo Polres Salatiga, pada hari Rabu (22/04/2020).

Disampaikan Kasubbag Humas Polres Salatiga AKP Imam Djoko Lelono, hadir dalam Rakorb tersebut antara lain Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat, S.S., Dandim 0714 Letkol Inf Prayoga Erawan, Ketua DPRD Dance Isak Palit, M.Si., Wakil Walikota Salatiga Muh Haris S.S., M.Si., Ketua PN Royono, S.H., M. Hum., Kajari Gede Edi Bilukayabsa, S.H., M.H., Dandenpom Letkol CPM Asmin Tapahing, Kadinkes dr. Siti Zuraidah  M.Kes., dan Instansi terkait serta PJU Polres bersama Kapolsek Jajaran.

Lebih lanjut, AKP Imam Djoko Lelono menyampaikan isi sambutan Kapolres Salatiga, "Bahwa Rapat ini dalam rangka Rakor Linsek dan pelatihan penanganan situsi kontijensi dalam rangka peningkatan eskalasi dampak meluasnya pandemi Covid-19, kedepan diharapkan koordinasi antar semua pihak yang terkait dapat terlaksana dengan baik dalam menghadapi penyebaran virus corona di wilayah Salatiga," ucap Imam menirukan Kapolres Salatiga.

"Kesiapan kita menghadapi pandemi Covid-19 di Kota Salatiga kepada masyarakat  yang terdampak Covid-19, semua ini guna menjaga situasi kondusifitas wilayah Kota Salatiga supaya aman, damai dan sejuk," sambut AKBP Rahmad Hidayat, S.S., melalui AKP Imam Djoko Lelono.

Menyambung sambutan Kapolres Salatiga, Wakil Walikota Salatiga Muh Haris, S.S., M.Si., mewakili Walikota Salatiga menyampaikan bahwa masyarakat Salatiga mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Salatiga dan jajarannya yang telah menginisiasi kegiatan kontijensi penanganan Covid-19.

"Satgas Covid-19 orientasi kerjanya adalah berupaya penyelamatan 195 ribu orang yang sehat, dan mari kita jadikan paradigma bahwa melindungi masyarakat yang sehat jauh sangat penting. Fokus tugas tim gugus tugas di tingkat kota yang pertama memulihkan orang yang terdampak langsung dan yang kedua penyelamatan orang yang terdampak tapi tidak langsung khususnya di bidang ekonomi," ucap Muh Haris.

Muh Haris, selanjutnya meminta bantuan Kapolres Salatiga untuk melakukan silaturahmi ke toga dan tomas untuk mensosialisikan himbauan Pemerintah, karena beberapa hari lagi memasuki bulan Ramadhan dan ada sholat tarawih dan Pemkot Salatiga akan menyalurkan 2 ribu bantuan kepada masyarakat Kota Salatiga yang terdampak Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Intelkam Polres Salatiga AKP Santosa, S.H., menuturkan, "Situasi kontijensi bisa saja terjadi apabila wabah Covid-19 meluas dan seluruh rumah sakit yang ada di Kota Salatiga tidak mampu menampung pasien, saat ini sudah ada 7 pasien yang positif Covid-19 dan juga ada 23 Napi yang mendapatkan asimilasi dari Rutan, ditambah stok bahan pokok menipis sehingga berpotensi terjadi konflik sosial seperti penjarahan dan kerusuhan," papar AKP Santosa.

Senada dengan AKP Santosa, Kabag Ops Polres Salatiga Kompol Saeri menyatakan bahwa situasi kamtibmas Kota Salatiga secara umum masih aman dan kondusif, dan Polres Salatiga menyiapkan 3 konsep pengamanan apabila terjadi Situasi Kontijensi.

"Pertama Situasi Kontijensi Merah 1 apabila terjadi penyebaran wabah Covid-19 yang semakin cepat meluas dan rumah sakit tidak dapat menampung. Ketiga, situasi Kontijensi Merah 2 apabila terjadi kepanikan masyarakat karena menipisnya stock bahan pokok, BBM, sehingga menimbulkan kerusuhan massa dan terakhir Situasi Kontijensi Merah 3 apabila terjadi migrasi ke wilayah lain yang subur, sumber bahan pokok ke lahan pertanian, peternakan, dan home industri produsen bahan pokok," jelasnya.

Rakor diakhiri dengan tanya jawab dan Tactical Floor Game (TFG) dalam pelatihan penanganan kontijensi menghadapi peningkatan eskalasi dampak meluasnya pandemi Covid-19 diwilayah Kota Salatiga dengan Simulasi Kontijensi Merah 3.

Pada kesempatan terpisah Kapolres Salatiga menyatakan bahwa Rakor Linsek ini sebagai wujud kesiapan Polres Salatiga bersama seluruh stake holder terkait dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

"Upaya terbaik adalah mencegah meluasnya wabah Covid-19 dengan mamatuhi anjuran pemerintah dan Maklumat Kapolri, berharap masyarakat tumbuh kesadaran bersama, secara bergotong royong memutus mata rantai penyebaran corona," tutup orang nomor satu di Polres Salatiga. (Makmun/Red)