Warga Desa Candinata Terancam Teror Penampakan Hantu Pocong, Anggota TNI-Polri Turun Tangan Tenangkan Warga

Iklan Semua Halaman

Warga Desa Candinata Terancam Teror Penampakan Hantu Pocong, Anggota TNI-Polri Turun Tangan Tenangkan Warga

Friday, May 29, 2020
Ilustrasi penampakan hantu pocong yang resahkan warga Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. (Foto: Net.)


Purbalingga, beritaglobal.net - Sejumlah Desa di Kecamatan, Kutasari diresahkan dengan dugaan adanya teror penampakan hantu pocong, serta pelemparan batu ke atap rumah warga di Desa Candinata. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Desa Candinata, Kecamatan Kutasari saat dikonfirmasi oleh anggota TNI dari Kodim 0702/Purbalingga.

Peristiwa tersebut hingga kini membuat penasaran sejumlah pihak, hingga Banbinsa dari Koramil 04/Kutasari dan Bhabinkamtibmas Polsek Kutasari, turun langsung ke Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, guna menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Seperti rilis diterima beritaglobal.net, Jumat (29/05/2020) dari Kepala Penerangan Kodim 0702/Purbalingga Sertu Satria Ferry Sonarya, untuk menjaga kamtibmas di Desa Candinata dan sekitarnya, Danramil 04/Kutasari meminta anggotanya untuk melakukan pengamatan langsung bersama dengan beberapa anggota Polsek Kutasari.

Disampaikan oleh Sertu Satria, bahwa Kades Candinata, Sukardi, membenarkan informasi adanya terror penampakan hantu pocong dan pelemparan batu ke sejumlah rumah warga desanya.

"Betul pak, menurut laporan warga kami katanya ada pocong dan melempari rumah dengan batu, namun saat dilacak warga tidak menemui apa - apa," kata Kepala Desa Candinata, Sukardi.

Lebih lanjut Sukardi menuturkan, "Setelah adanya kejadian, warga aktif melakukan penjagaan di setiap sudut desa, setiap malam.

"Ada yang menjaga di kebun, pinggir jalan bahkan ada yang berjaga di sekitar kuburan," jelasnya.
Sementara itu Danramil 04/Kutasari Kapten Arm Wahyudi Seno, A.Md., melalui Sertu Satria mengatakan, “Kami bersama Babinsa Candinata Sertu Subardi telah mengecek dan meminta keterangan ke sejumlah warga yang konon melihat langsung adanya teror itu,” ungkap Kapten Wahyudi.

"Saat ditanya warga memberikan keterangan yang sulit untuk dibuktikan secara ilmiah, karena tidak ada bekas jejak atau batu yang konon dileparkan ke rumah. Termasuk dampak dari pelemparan batu tersebut, jadi belum bisa dibuktikan itu merupakan teror pocong, bisa jadi pelaku kejahatan," terangnya.

Namun demikian pihaknya tidak ingin berspekulasi dan untuk menjaga ketentraman serta ketertiban di masyarakat anggota Koramil 04/Kutasari bersama dengan anggota Polsek Kutasari, terus menerus melakukan patroli rutin.

“Adanya kejadian tersebut patroli terus diintensifkan, baik oleh Koramil, Polsek, maupun masyarakat di Kecamatan Kutasari, kita bersama anggota Polsek  belum bisa berspekulasi tentang adanya informasi kejadian ini. Karena sampai dengan saat ini belum ada pembuktian secara fisik jadi kemungkinan masih hanya sekedar isu atau hoak," pungkasnya. (Iwan Setiawan)