JARING Peduli, Bagikan 5000 Masker dan 5000 Takjil di Mranggen -->

code ads


JARING Peduli, Bagikan 5000 Masker dan 5000 Takjil di Mranggen

Sunday, May 10, 2020

Anggota Jam'iyyah Rindu Ngaji (JARING) Kabupaten Demak sedang bagikan 5000 Masker dan 5000 takjil kepada warga Pucanggading, Mranggen, Kabupaten Demak. (Foto: Dok. istimewa/LH)

Demak, beritaglobal.net - Ditengah bencana covid 19 Jam'iyyah Rindu Ngaji (JARING) Kabupaten Demak bagi - bagi 5.000 masker dan 5.000 makanan untuk berbuka puasa (takjil) bagi masyarakat Kabupaten Demak. Kegiatan bertajuk JARING peduli umat ini terpusat di Pucanggading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Minggu (10/05/2020).

Pembagian masker dan takjil kepada masyarakat pengendara yang melintas ini berlangsung di ruas Jalan Pucanggading, Kecamatan Mranggen.

“Iya, kegiatan ini bentuk kepedulian kami terhadap merebaknya wabah covid 19 dan sekaligus sosialisasi pentingnya memakai masker saat keluar rumah,” ujar Khoeron salah satu tokoh yang dituakan di JARING Kabupaten Demak, kepada awak media.

Hal serupa disampaikan oleh salah satu anggota JARING Demak, Lukmanul Hakim Al Ghozali, menurutnya kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiyar dan kepedulian JARING Demak dalam pencegahan merebaknya Covid-19 di wilayah Kabupaten Demak.

"Sebagai warga Demak, kami merasa memiliki kewajiban untuk selalu mengingatkan sesama supaya waspada saat bepergian ditengah bencana Covid-19, harus pakai masker," ungkap Lukman.

Menurutnya, kegiatan ini tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Di mana para anggota dan relawan JARING Kabupaten Demak menggunakan sanitizer, memakai masker dan menjaga jarak saat melakukan pembagian takjil.

Pembagian takjil di Pucanggading, Kecamatan Mranggen ini dipimpin oleh Khoeron dan Kyai Sulchan.

Pembagian masker dan takjil ini disambut baik serta antusias oleh masyarakat pengendara roda dua dan roda empat yang sedang melintas diruas jalan tersebut.

Kegiatan ini rencananya akan terus digalakkan di lokasi yang berbeda - beda sebagai kepedulian JARING Kabupaten Demak terhadap bencana Covid-19. (Lukman/Agus Subekti)