Teknik Pertanian Jarwo Riting Plus, Efektif Tingkatkan Hasil Padi Anggota P4S Artha Tani

Iklan Semua Halaman

Teknik Pertanian Jarwo Riting Plus, Efektif Tingkatkan Hasil Padi Anggota P4S Artha Tani

Wednesday, May 27, 2020
Hamparan tanaman padi dengan tenknologi Jarwo Riting Plus dari P4S Artha Tani, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. (Foto: Dok. istimewa/Iwan)
Banjarnegara, beritaglobal.net - Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa inovasi pertanian harus terus dikembangkan, tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen. Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya seifisien mungkin, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Artha Tani, metode penanaman padi dan jagung dengan nama 'Jarwo Riting Plus'.

Metode tanam Jarwo Riting Plus adalah kependekan dari metode Jajar Legowo Parit Keliling Plus Tanaman Penangkal Hama. Hal ini diungkapkan oleh Ketua P4S Artha Tani Sunarko, S.P., kepada beritaglobal.net di sekretariat P4S Artha Tani, di Jalan Raya Susukan tepatnya di depan SD Negeri 1 Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (26/05/2020).

"P4S itu pada dasarnya adalah metode pertanian, peternakan dan perikanan terpadu. Kelompok - kelompok tani dibawah binaan P4S Artha Tani, menerapkan metode Jarwo Riting Plus pada tanaman padi dan jagung," ungkap Sunarko.

Menurutnya, terdapat 6 keuntungan menggunakan teknologi Jarwo Riting Plus, diantaranya adalah perawatan tanaman pertanian lebih mudah, pengaturan air mudah dan efisien, bebas dari serangan keong dan belalangan, tanaman sehat, kuat dan malai lebih panjang.

"Produksi meningkat sampai 26% dari sebelum kami menggunakan metode ini. Selain itu, metode ini juga bisa sebagai daya tarik wisata dan edukasi pertanian dengan berswa foto di sawah dan bikin betah di sawah," ungkapnya.

"Tanaman di parit - parit atau pematang sawah yang sering kita tanam adalah bunga kertas dan bunga - bunga yang tahan air," ucap Sunarko.


Dijelaskannya lebih lanjut, P4S Artha Tani, secara resmi berdiri kisaran bulan September 2019. Namun demikian, kelompok tani di bawah binaan P4S Artha Tani, telah mengembangkan metode pertanian tumpangsari perikanan dan pertanian, tanaman buah dalam pot, hidroponik san aquaponik.

"Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Banjarnegara, selalu aktif mendampingi kami dalam mengembangkan inovasi - inovasi tekonologi pertanian," paparnya.

Saat ditanyakan terkait pertanian di lahan sempit, Sunarko menyatakan bahwa pengembangan hidroponik dan aquaponik pada beberapa anggota P4S Artha Tani, mulai dirintis dengan penerapan pupuk organik terpadu.

"Menghadapi masa - masa pandemi seperti sekarang ini, kami P4S Artha Tani bersama beberapa anggota kami, telah mengembangkan hidroponik dan aquaponik untuk tanaman sayur dan holtikultura," kata Sunarko.

"Kami mencoba menggunakan pupuk organik buatan sendiri. Selain hidroponik dan aquaponik, beberapa produk tanaman buah dalam pot (tabulampot) yang telah kami kembangkan, telah banyak diminati masyarakat di sekitar Banjarnegara," pungkasnya. (Iwan Setiawan)