Berangkat Mancing Bukan Ikan yang Didapat, Pencari Ikan di Sungai Klawing Temukan Mortir yang Diduga Masih Aktif -->

code ads


Berangkat Mancing Bukan Ikan yang Didapat, Pencari Ikan di Sungai Klawing Temukan Mortir yang Diduga Masih Aktif

Saturday, June 27, 2020
Proses pemusnahan mortir oleh personel Subden Composite Gegana Unit 3 Banyumas, di tepi Sungai Klawing. (Foto: Dok. Pendim 0702/Pbg)

PURBALINGGA, Beritaglobal.Net - Tabung besi yang ternyata mortir ditemukan seorang pencari ikan di aliran sungai Klawing tepatnya di wilayah Kelurahan Bancar RT 02 RW 06, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, (26/06/2020).

Hal ini disampaikan Danramil 01/Purbalingga melalui Kapendim 0702/Purbalingga Sertu Satria Ferry Sonarya kepada beritaglobal.net, Sabtu (27/06/2020). Adapun kronologi awal penemuan mortir tersebut dijelaskan oleh Danramil melalui Sertu Satria berawal saat Ridwan (49), warga RT 02 RW 06 Kelurahan Bancar, sedang asyik duduk di pinggir sungai menikmati keindahan aliran Sungai Klawing.

"Saudara Ridwan saat menikmati suasana sore di tepi Sungai Klawing, melihat seorang pemancing menenteng benda logam yang menyerupai roket dengan ukuran kecil seperti di film perang. Sontak membuat Ridwan berteriak bom yang selanjutnya  pemancing itu bergegas meletakkannya kembali dan meninggalkannya pergi," ungkap Sertu Satria.

Melihat benda yang diyakininya adalah bom, Ridwan kemudian menghubungi rekannya, Awal Dwi Priyadi (21) warga Kelurahan Bancar RT 02 RW 06.

Setelah memastikan bahwa benda itu adalah bom, keduanya segera melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Purbalingga.

"Kemudian, atas laporan kedua warga Kelurahan Bancar tentang penemuan benda yang diduga bom, Kapolsek Purbalingga AKP Subagyo meminta anggota untuk memeriksa temuan warga tersebut bersama dengan personel dari Koramil 01/Purbalingga," ujar Sertu Satria.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, personel Polsek Purbalingga bersama dengan Sertu Sujadi Harjana selaku Babinsa Koramil 01/Purbalingga untuk Kelurahan Bancar yang turut mengamankan TKP dengan garis polisi.

"Benar itu Mortir, ini adalah salah satu senjata peledak yang biasa dipakai militer dalam perang, mortir digunakan untuk melakukan serangan ke dalam benteng pertahanan atau keluar benteng pertahanan karena lengkung tembakannya dapat menjangkau atau melewati dinding benteng yang tinggi sehingga dengan mudah menghantam musuh yang berada di balik tembok benteng pertahanan, daya ledaknya luas bisa mencapai radius 30 meter," terang Sertu Sujadi.

Anggota Polsek Purbalingga dan Babinsa Kelurahan Bancar, kemudian berkoordinasi dengan Subden Composite Gegana Unit 3 Banyumas untuk mengamankan benda yang diidentifikasi adalah mortir sisa perang.

"Oleh personel Subden Composite Gegana Unit 3 Banyumas, dilakukan pengamatan visual. Setelah itu, dikoordinasikan dengan pimpinan atas. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, akhirnya mortir dimusnahkan dengan cara disposal yaitu meledakkannya dengan bantuan detonator," pungkas Sertu Satria.

Secara terpisah, Kapolsek Purbalingga AKP Subagyo, saat dikonfirmasi beritaglobal.net, menyampaikan jika sebelum peledakan mortir tersebut, semua proses analisa sudah dilakukan tim Gegana.

"Sudah dimusnahkan, dan masyarakat yang dikemudian hari bila menemukan benda sejenis, untuk tidak sembrono. Segera laporkan ke Mapolsek ataupun Koramil. Kami akan bertindak secepatnya, mengamankan benda - benda yang memiliki bahan peledak dari sisa - sisa perang," tandas AKP Subagyo. (Iwan S)